Begini Pergerakan Rupiah di 2026 dari Rp 16.600 ke Rp 17.700

1 hour ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

19 May 2026 11:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini sekaligus memperpanjang tren pelemahan rupiah sepanjang 2026.

Merujuk data Refinitiv, pada perdagangan Selasa (19/5/2026) per pukul 11.00 WIB, rupiah berada di level Rp17.720/US$. Posisi tersebut menjadi level terlemah rupiah sepanjang 2026 hingga saat ini dan kembali meneruskan tren menembus level psikologis.

Jika dibandingkan dengan akhir 2025, rupiah sudah melemah cukup dalam. Pada Rabu (31/12/2025) rupiah tercatat berada di level Rp16.670/US$.

Dengan demikian, sejak awal tahun hingga hari ini, rupiah sudah melemah dari Rp16.670/US$ menjadi Rp17.720/US$. Artinya, rupiah melemah sekitar 6,30% terhadap dolar AS sepanjang tahun berjalan. Atau terpresiasi sekitar Rp 1.050/US$.

Sepanjang Januari, rupiah masih bertahan di rentang Rp16.600-an hingga Rp16.900-an/US$. Level penutupan tertinggi pada bulan pertama 2026 tercatat pada Selasa (20/1/2026), saat rupiah ditutup di posisi Rp16.945/US$.

Memasuki Februari, tekanan pada rupiah sempat sedikit mereda. Mata uang Garuda bergerak di rentang Rp16.700-an hingga Rp16.800-an/US$. Hingga akhir bulan, rupiah masih berada di bawah level psikologis Rp17.000/US$.

Tekanan kembali terlihat pada Maret. Rupiah perlahan bergerak mendekati level psikologis Rp17.000/US$. Pada akhir Maret, posisi rupiah sudah semakin dekat ke level tersebut.

Level Rp17.000/US$ akhirnya ditembus pada Senin (6/4/2026). Saat itu, rupiah untuk pertama kalinya pada 2026 ditutup di level Rp17.030/US$. Setelah itu, rupiah bertahan di atas Rp17.000/US$ hingga akhir April.

Menjelang pergantian bulan, pelemahan rupiah semakin dalam. Rupiah bergerak dari Rp17.210/US$ pada Selasa (28/4/2026), menjadi Rp17.275/US$ pada Rabu (29/4/2026), lalu berada di Rp17.305/US$ pada Kamis (30/4/2026).

Memasuki Mei, rupiah kembali melemah. Pada Selasa (5/5/2026), rupiah berada di Rp17.410/US$. Sepekan setelahnya, pada Selasa (12/5/2026), rupiah menyentuh Rp17.490/US$.

Pada pertengahan Mei ini, rupiah sempat berada di Rp17.460/US$ pada Rabu (13/5/2026). Pelemahan kembali berlanjut pada Senin pekan ini (18/5/2026) ketika rupiah ditutup di Rp17.640/US$ atau melemah 1,03% yang sekaligus menjadi pelemahan terdalam secara harian di sepanjang tahun ini.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |