Terjebak di Selat Hormuz, Pelaut India Hidup dalam Teror Rudal-Drone

3 hours ago 3
Tithi Chiranjeevi, an Indian seafarer who was stuck in Iran during the conflict, travels on a ferry in Mumbai, India, May 6, 2026. REUTERS/Francis Mascarenhas     TPX IMAGES OF THE DAY

Dua pelaut asal India akhirnya kembali ke tanah air setelah melewati perjalanan panjang dan penuh ketakutan akibat perang di Iran yang mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. REUTERS/Francis Mascarenhas

IRAN-CRISIS/INDIA-SEAFARERS

Tithi Chiranjeevi, pelaut berusia 28 tahun, bersama rekannya Anant Singh Chauhan, 25 tahun, tiba di Mumbai setelah menempuh perjalanan selama 15 hari melalui Irak, Armenia, dan Dubai. Keduanya sebelumnya terdampar lebih dari sebulan di pelabuhan Khorramshahr, Iran, saat konflik bersenjata memblokade Selat Hormuz. REUTERS/Francis Mascarenhas

IRAN-CRISIS/INDIA-SEAFARERS

Mereka bekerja di kapal Iran MV ILDA yang mengangkut material konstruksi dari Iran menuju Dubai. Namun kapal tersebut terpaksa berhenti beroperasi ketika situasi keamanan di kawasan Teluk memburuk akibat serangan rudal dan drone yang terus terjadi di sekitar pelabuhan. REUTERS/Francis Mascarenhas

Anant Singh Chauhan, an Indian seafarer who was stuck in Iran during the conflict reacts during an interview in Mumbai, India, May 6, 2026. REUTERS/Francis Mascarenhas

Chiranjeevi mengatakan dirinya dan awak kapal hidup dalam ketakutan setiap hari karena ledakan terjadi sangat dekat dari lokasi kapal mereka bersandar. “Serangan terjadi sekitar 100 hingga 200 meter dari kapal kami. Setiap malam ada sekitar 10 sampai 20 rudal menghantam area di luar pelabuhan. Tidak ada yang bisa tidur,” ujarnya. REUTERS/Francis Mascarenhas

Tugboats operate in the Arabian Sea off Mumbai, India, May 6, 2026. REUTERS/Francis Mascarenhas

Situasi semakin sulit karena jalur komunikasi sempat terputus total. Kondisi itu membuat Chiranjeevi tidak bisa menghubungi ibunya yang tinggal sendirian di kota pesisir Vishakhapatnam, India. REUTERS/Francis Mascarenhas

IRAN-CRISIS/INDIA-SEAFARERS

Meski demikian, rasa syukur tetap mendominasi saat mereka akhirnya kembali melihat kampung halaman. Setibanya di Mumbai, keduanya tampak lega saat memandangi ikon kota seperti Gateway of India dan Taj Mahal Palace Hotel. “India seperti kelahiran kembali bagi kami setelah bisa kembali,” ujar Chauhan.REUTERS/Francis Mascarenhas

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |