Jakarta, CNBC Indonesia - Penyakit ginjal merupakan salah satu dari 20 penyebab terbesar kematian di dunia dan termasuk 10 penyebab kematian tertinggi pada wanita.
Di Indonesia, penderita penyakit ginjal terus meningkat, dengan data terbaru menunjukkan 1,5 juta penderita gagal ginjal pada tahun 2023, yang menelan biaya pengobatan sebesar Rp2,92 triliun. Jumlah ini terus bertambah, termasuk pasien yang menjalani prosedur cuci darah (hemodialisa) dan penderita gagal ginjal akut pada anak yang juga meningkat.
Salah satu masalah ginjal paling umum adalah batu ginjal, yakni endapan keras yang terbentuk dari akumulasi mineral dan garam di dalam ginjal. Banyak kasus batu ginjal tidak menimbulkan gejala selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Masalah serius baru timbul ketika batu tersebut mulai bergerak dari ginjal menuju ureter-saluran sempit yang mengalirkan urine ke kandung kemih.
"Sistem pencernaan sering kali bukanlah sumber sakit akut di perut. Dokter kerap menemui pasien yang tampak mengalami keracunan makanan, padahal sebenarnya mereka menderita batu ginjal," kata Konsultan Urologi dan Andrologi dari Manipal Hospital Kharadi (Pune), Dr. Bhoopat Singh Bhati, dilansir dari Times of India.
Dengan lebar ureter yang hanya berkisar beberapa milimeter, bahkan batu kecil yang mencoba melewatinya dapat memicu kejang otot hebat serta menyumbat aliran urine. Hal inilah yang memicu rasa nyeri luar biasa, yang kerap digambarkan penderita sebagai salah satu rasa sakit terparah yang pernah mereka alami.
Mengapa Gejalanya Sangat Mirip Asam Lambung?
Alasan utama batu ginjal sering disalahartikan sebagai asam lambung adalah karena respons tubuh yang sangat serupa:
1. Nyeri Menjalar
Batu ginjal menimbulkan nyeri mendadak di bagian samping atau punggung tubuh, yang bisa menjalar hingga ke dada atau perut bagian bawah.
2. Mual & Muntah
Karena rasa sakit yang amat sangat, tubuh merespons dengan mual dan muntah, sehingga pasien mengira masalahnya berasal dari makanan.
Perbedaan Utama yang Harus Diperhatikan
Sifat Nyeri Batu Ginjal: Datang bergelombang (sangat hebat selama beberapa menit, mereda sejenak, lalu kembali lebih parah). Penderita kesulitan menemukan posisi nyaman (duduk, berbaring, atau berjalan tidak memberikan kelegaan).
Ciri Asam Lambung dan GERD: Sakit berpusat di perut bagian atas, terasa perih, kembung, sesak, dan mual atau muntah.
Indikasi Batu Ginjal
Batu ginjal sering disertai gejala awal berupa nyeri parah pada satu sisi tubuh, rasa sakit saat buang air kecil, urine berdarah, sering buang air kecil, hingga tidak bisa buang air kecil sama sekali. Jika disertai demam dan menggigil, menandakan adanya infeksi yang memerlukan penanganan medis darurat.
Begitu dokter mencurigai adanya batu ginjal, diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik, tes darah (untuk memantau kondisi ginjal), serta tes urine (mengecek darah atau tanda infeksi). Selanjutnya, teknologi pencitraan seperti USG atau CT scan digunakan untuk menentukan posisi, ukuran, dan bentuk batu.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]


















































