Bogor, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh di kisaran 6% hingga 7%.
Namun, Indonesia harus dapat menggerakan mesin penggerak ekonomi baru agar dapat mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut. Airlangga menjelaskan ada beberapa mesin penggerak ekonomi baru, di mana salah satunya yakni sektor ekonomi digital.
"Di sektor ekonomi digital, pemerintah mendorong melalui ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA) dan harapannya dalam ASEAN Summit pada November 2026 di Manila Filipina sudah bisa ditandatangani," kata Airlangga dalam paparannya di Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Kamis (27/8/2026).
Airlangga melanjutkan, dengan adanya DEFA, potensi nilai ekonomi Indonesia di 2030 bisa mencapai US$ 340 miliar. Bahkan, potensinya juga bisa lebih tinggi yakni mencapai US$ 2 triliun.
"Dengan adanya DEFA, nilai ekonomi Indonesia yang diperkirakan untuk digital sebesar US$ 340 miliar di 2030, berpotensi meningkat menjadi US$ 2 triliun," terang Airlangga.
Dengan adanya potensi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa saja mencapai 6% hingga 7%.
"Oleh karena itu, kalau ini kita bisa terus capai, maka pertumbuhan 6-7% ini sangat mungkin dari sektor pengungkit yang namanya ekonomi digital," ujar Airlangga.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 sebesar 6% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, atau dalam kisaran 5,6%-6%.
(chd/haa)
[Gambas:Video CNBC]


















































