Pekanbaru - Pembunuhan tragis menimpa wanita bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Polisi mengungkap adanya titik terang dan dugaan keterlibatan menantu sebagai dalam pembunuhan keji tersebut.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta membenarkan adanya keterlibatan menantu Dumaris, wanita berinisial AF. Saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap AF.
"Alhamdulillah sudah ada titik terang," kata Muharman saat dihubungi wartawan, Sabtu (2/5/2026).
AF sempat terekam kamera CCTV di lokasi. Saat melakukan aksinya, AF mengenakan kaus warna hitam dan celana panjang.
AF yang pertama kali masuk ke rumah korban dan menyalami korban saat pura-pura bertamu.
"Iya betul (menantu terlibat)," Muharman membenarkan sosok wanita berkaus hitam adalah menantu korban.
Muharman menjelaskan dari rekaman CCTV tersebut, diduga pelaku berjumlah empat orang. Selain menantu korban, selingkuhan AF juga ikut terlibat.
AF adalah orang yang terekam CCTV memukul korban dengan menggunakan balok kayu.
"Ini diduga selingkuhan mantunya itu," Muharman menjelaskan sosok pria yang memukul korban.
Sementara dua orang lainnya diduga teman mantu AF.
"(Dua pelaku lain) diduga kawan-kawannya menantunya itu," imbuhnya.
Detik-detik Pembunuhan
Detik-detik pembunuhan terhadap Dumaris juga terekam CCTV. Dalam rekaman CCTV, terlihat awalnya mobil hitam parkir di depan rumah korban.
Seorang perempuan berkaus hitam masuk ke dalam rumah diikuti oleh wanita berjaket hoodie yang disusul dua orang pria.
Tak lama kemudian, korban keluar dari dalam kamar dan membuka pintu menyambut wanita berkaus hitam. Setelah itu, wanita berkaus hitam menyalaminya dan korban duduk di kursi.
Mereka kemudian berbincang-bincang. Di saat itu, pelaku pria yang memakai kaus abu-abu dan bermasker sekonyong-konyong menghantam kepala korban dengan balok kayu yang dia bawa.
Korban dihantam balok kayu berkali-kali hingga terkulai. Pelaku sempat merusak kamera CCTV sebelum melarikan diri dan membawa perhiasan serta uang SGD 400 milik korban.
Didalangi Menantu
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi. Penyidik juga mendalami rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah korban sejak 9 April 2026, setelah sebelumnya terjadi dugaan percobaan pembobolan kamar pada 8 April.
Pandra mengatakan terduga pelaku diketahui memiliki hubungan keluarga dengan korban, yakni seorang perempuan berinisial AF. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap AF.
"AF menantu korban dari anak pertama atas nama Arnold Meha," ucap Pandra.
(mea/dhn)


















































