Serangan Israel di Lebanon Juga Lukai 3 Pasukan Perdamaian TNI

6 hours ago 4

Jakarta -

Satu personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon gugur akibat serangan Israel. Selain itu, ada tiga personel TNI lain yang terluka akibat serangan artileri dari Israel.

"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dilansir Antara, Senin (30/3/2026).

Rico menjelaskan peristiwa yang terjadi pada Minggu (29/3) itu lantaran adanya eskalasi konflik yang meningkat di wilayah Lebanon antara Israel dengan Hizbullah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eskalasi konflik itu semakin meningkat hingga akhirnya serangan artileri menyasar ke lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan.

"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," jelas Rico

Rico memastikan pihak Mabes TNI akan menyampaikan informasi lebih lengkap dan terbaru terkait insiden tersebut. "Untuk perkembangan operasional lebih lanjut akan disampaikan oleh TNI," ucap dia.

RI Kutuk Keras Serangan Israel

Seorang anggota TNI yang menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) tewas akibat serangan di Lebanon. Indonesia mengecam serangan tersebut.

"Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/3).

Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL. RI menegaskan kecaman atas serangan Israel ke Lebanon.

"Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian," tegas Kemlu.

(jbr/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |