Semangat Napi Sukamiskin Dukung Ketahanan Pangan dan Pertahanan Lewat Sukaboat

8 hours ago 2

Jakarta -

Warga binaan atau narapidana Lapas Sukamiskin, Bandung, membuat dua jenis kapal dengan latar belakang untuk mendukung program ketahanan pangan dan penguatan pertahanan nasional. Kapal yang dimaksud untuk mendukung ketahanan pangan adalah Sukaboat Fisherman 10 (SBF-10) dan untuk mendukung pertahanan nasional adalah Sukaboat 10 (SB-10), yang keduanya memiliki panjang 10 meter.

Perwakilan napi yang menjadi tim manajerial Sukaboat, Emirsyah Satar, mengatakan SBF-10 diperuntukkan nelayan. Dengan penampilan tradisional, SBF-10 dibuat menggunakan material fiberglass.

"Spesialnya dalam project Sukaboat, kapal SBF10 ini dipersembahkan para napi untuk mendukung program Asta Cita Bapak Presiden. Kan di situ adalah ketahanan pangan dan kesejahteraan nelayan, kami ingin berkontribusi," kata Emirsyah kepada detikcom pada Kamis (20/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim Sukaboat memulai pengembangan tersebut dengan melihat kebutuhan nelayan rajungan di Cirebon, Jawa Barat. Mereka menjadikan salah satu kapal kayu nelayan sebagai referensi.

"Kami ambil satu contoh kapal nelayan yang dari kayu, lalu kami akan convert menjadi fiberglass, tapi dengan desain, look-nya tradisional. Jadi kearifan lokal kami mesti pertahankan, karakter dan layout-nya sesuai kebutuhan nelayan kita," ujar Rio, napi yang juga tim manajerial Sukaboat.

Rio mengatakan material fiberglass membuat bobot kapal lebih ringan, sehingga kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) lebih irit. Tim Sukaboat kemudian akan melakukan penyesuaian pada propeler.

"Jadi kita adjust bahan kapalnya, propelernya kita kencengin dengan mesin yang sama, jadi harusnya lebih irit karena fiberglass tidak seberat kayu," ucap Rio.

Dia juga menyampaikan pihaknya telah membahas potensi nelayan membeli kapal. Salah skenario dengan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ataupun koperasi nelayan. "Jadi kan napi mau bantu negara. Kalau dari ketahanan pangan, perikanan kami bantu dengan kapal untuk nelayan. Nelayan bisa membeli kapal ini mungkin dengan KUR atau koperasi nelayan," ujarnya.

SB-10: Gagasan untuk Pertahanan

Rio menyebut dia dan napi-napi yang berada di manajerial Sukaboat juga telah berpikir untuk membuat modul kapal yang dapat digunakan sebagai armada pertahanan, yakni SB-10. Usai melihat napi-napi mampu mengerjakan kapal ukuran 4 hingga 8 meter usai mengikuti pelatihan, Rio yang merupakan ahli desain produk merancang SB-10.

"Kalau yang 10 meter ini, ceritanya laut kita kan mesti dilindungi. Jadi kami berangan-angan kalau kami bikin kapal 10 meter yang siap menghadapi ancaman kedaulatan negara di wilayah perairan," kata Rio.

Dari gagasan membuat satu kapal, Rio kemudian melihat kemungkinan yang lebih luas, yakni menularkan kemampuan membuat kapal ke napi-napi di seluruh lapas. Ia menyebut terdapat sekitar 187 ribu warga binaan di berbagai lapas, sementara jumlah perajin kapal secara nasional berdasarkan perkiraannya hanya sekitar 5.000 hingga 10.000 orang.

Alumnus perguruan tinggi negeri ternama di Bandung ini optimis jika dia membuat modul dan para napi di lapas lainnya membuat kapal yang mengacu pada modul tersebut, maka angan-angan tim Sukaboat dapat terealisasi, yakni berkontribusi dalam sisi pertahanan negara.

"Bayangkan kalau napi-napi sejumlah 187 ribu di lapas ini bisa membuat kapal, napi-napi di seluruh lapas bisa membuat kapal untuk pertahanan. Ada yang ngecor resin dan lain-lain. Jadi modulnya kami buat dari Lapas Sukamiskin, bisa untuk membantu pertahanan negara, dan cost-nya lebih murah karena dikerjakan para warga binaan di pemasyarakatan," ucapnya.

Dalam rancangannya, SB-10 menggunakan bahan dasar di atas fiberglass, yakni aluminium. Kapal ini dirancang sebagai kapal cepat berteknologi maju dengan target kecepatan hingga 50 knot. Desain bentuk dan material kapal juga direncanakan memiliki kemampuan mengurangi deteksi radar.

Sehingga selain dapat digunakan untuk swasta, SB-10 juga dapat digunakan untuk kegiatan patroli, pengamanan dan respons cepat terhadap keadaan darurat.

(aud/fas)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |