RI Bisa Ekspor Mineral Kritis ke AS Tapi Bukan Barang Mentah!

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang investasi bagi pelaku usaha Amerika Serikat (AS). Khususnya dalam pengembangan mineral kritis di Indonesia.

Menurut dia, pemerintah bakal mendorong dan memberikan ruang sebesar besarnya apabila investor AS ingin membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di Indonesia, termasuk untuk komoditas nikel. Hal tersebut sama seperti yang sudah diberikan kepada negara lain.

Namun demikian, Bahlil menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh diartikan sebagai pembukaan ekspor mineral mentah. Adapun, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan kebijakan hilirisasi dalam negeri.

"Jadi jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah, enggak. Yang dimaksudkan di sini adalah mereka setelah melakukan pemurnian, kemudian hasilnya bisa diekspor. Biar clear nih biar tidak ada salah interpretasi," kata Bahlil dalam Konferensi Pers secara virtual, dikutip Senin (23/2/2026).

Bahlil membeberkan, dalam konteks perolehan wilayah wilayah-wilayah pertambangan, pemerintah selanjutnya akan menawarkan sejumlah area kepada perusahaan AS yang berminat untuk masuk, kemudian memfasilitasi prosesnya sesuai mekanisme yang berlaku.

"Dan saya sudah melakukan pemetaan-pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang prospek karena kita juga harus membangun menjaga hubungan yang sudah sangat baik ini," tambahnya.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |