Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
08 May 2026 15:57
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang masif pada perdagangan sesi kedua hari ini, Jumat (8/5/2026). Tepat setelah pukul 14.30 WIB hingga sesi penutupan, pergerakan IHSG mendadak merosot tajam hingga mencatatkan pelemahan sebesar 2,44% di level 6.999,11.
Penurunan drastis ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari dalam negeri terkait wacana regulasi sektor pertambangan, yang bertepatan dengan tren koreksi di bursa saham regional Asia.
Perang dan Wacana Skema Bagi Hasil Tambang
Katalis utama dari dalam negeri yang memicu arus keluar modal secara langsung adalah kembali tegangnya perang dan rencana pemerintah untuk mengkaji penerapan sistem bagi hasil sektor minyak dan gas bumi (migas) ke industri pertambangan mineral dan batu bara (minerba).
Pasukan Amerika Serikat dan Iran bentrok di kawasan Teluk, sementara Uni Emirat Arab (UEA) kembali menjadi sasaran serangan, yang membahayakan gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan dan mengguncang harapan akan solusi diplomatik atas krisis tersebut.
Peningkatan pertempuran ini terjadi ketika Washington menunggu respons dari Teheran terhadap proposalnya untuk mengakhiri konflik, yang dimulai dengan serangan udara gabungan AS-Israel di berbagai wilayah Iran pada 28 Februari.
Presiden Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa tiga kapal perusak Angkatan Laut AS diserang saat melintasi selat tersebut, jalur yang dilalui sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, yang hampir sepenuhnya ditutup Iran sejak konflik dimulai.
"Tiga kapal perusak kelas dunia milik Amerika baru saja berhasil melintasi Selat Hormuz meskipun berada di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tetapi kerusakan besar dialami para penyerang Iran," tulis Trump di Truth Social.
Trump kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa gencatan senjata masih berlaku dan berusaha mengecilkan insiden tersebut.
"Mereka mencoba mengganggu kami hari ini. Kami menghancurkan mereka," kata Trump di Washington.
Komando militer gabungan tertinggi Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran dan kapal lainnya, serta melakukan serangan udara ke wilayah sipil di Pulau Qeshm di Selat Hormuz dan daerah pesisir terdekat. Militer Iran mengatakan mereka merespons dengan menyerang kapal-kapal militer AS di timur selat dan di selatan pelabuhan Chabahar.
Tekanan juga datang dari dalam negeri, Pemerintah mempertimbangkan opsi penerapan skema cost recovery atau gross split dengan tujuan untuk memaksimalkan porsi pendapatan negara dari pengelolaan sumber daya alam.
Kabar ini langsung direspons secara defensif oleh pelaku pasar. Karakteristik industri pertambangan dinilai sangat berbeda dengan sektor migas, baik dari sisi kompleksitas ratusan jenis perizinan maupun keragaman spesifikasi komoditas.
Perwakilan ahli dan asosiasi, seperti Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) dan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), menyoroti perlunya kajian mendalam dan kehati-hatian agar kebijakan ini tidak menekan iklim investasi pertambangan.
Industri pertambangan merupakan sektor padat modal berjangka panjang yang sangat mengandalkan kepastian hukum. Wacana perombakan struktur royalti dan kewajiban keuangan secara tiba-tiba memaksa investor institusi untuk menghitung ulang model valuasi, proyeksi arus kas, margin laba bersih, serta potensi pembagian dividen dari emiten terkait.
Kurangnya rincian teknis dari wacana ini memicu ketidakpastian regulasi, sehingga investor memilih langkah mitigasi risiko dengan menjual saham-saham berkapitalisasi besar di sektor energi dan pertambangan.
Tekanan Bursa Regional Asia
Aksi jual instan di pasar domestik tersebut semakin terakselerasi oleh sentimen penghindaran risiko (risk-off) yang tengah melanda pasar ekuitas Asia. Kekhawatiran terhadap prospek makroekonomi mendorong investor untuk menarik likuiditas dan mengurangi eksposur pada aset berisiko di negara berkembang.
Pelemahan IHSG sejalan dengan koreksi yang melanda seluruh indeks utama di kawasan walaupun koreksinya adalah yang terparah dibandingkan dengan indeks Asia lainnya.
Berikut adalah rincian pergerakan sejumlah bursa saham Asia pada perdagangan hari ini:
Kombinasi antara pelemahan bursa regional yang menekan selera investasi secara agregat, ditambah dengan munculnya wacana regulasi domestik yang memukul fundamental sektor penopang bursa, mengakibatkan IHSG tidak mampu menahan tekanan jual dan merosot tajam pada akhir sesi perdagangan.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Addsource on Google


















































