Rencana Trump Bocor, AS Sudah Siap Perang Lawan Iran

7 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Amerika Serikat kini tengah mempersiapkan kemungkinan operasi militer berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran. Langkah ini dipersiapkan apabila Presiden Donald Trump memberikan perintah untuk melancarkan serangan yang diprediksi akan memicu konflik jauh lebih serius dibandingkan ketegangan sebelumnya.

Dua pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pengungkapan rencana sensitif ini secara otomatis meningkatkan risiko dalam upaya diplomasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran. Meski demikian, para pejabat tersebut meminta identitasnya dirahasiakan mengingat sifat perencanaan yang bersifat rahasia dan strategis.

Sejauh ini, para diplomat dari Amerika Serikat dan Iran sebenarnya telah mengadakan pembicaraan di Oman pada pekan lalu untuk menghidupkan kembali diplomasi terkait program nuklir Teheran. Namun, di saat yang sama, Trump justru mengumpulkan kekuatan militer di kawasan tersebut sehingga menimbulkan kekhawatiran akan adanya aksi militer baru.

Pejabat Amerika Serikat menyebutkan bahwa Pentagon telah mengirimkan tambahan kapal induk ke Timur Tengah pada Jumat lalu. Pengiriman ini mencakup ribuan tentara tambahan, pesawat tempur, kapal perusak rudal kendali, serta kekuatan tempur lainnya yang mampu melancarkan serangan sekaligus melakukan pertahanan.

Presiden Donald Trump saat berbicara di hadapan pasukan Amerika Serikat di sebuah pangkalan militer di Carolina Utara mengakui bahwa sejauh ini proses untuk mencapai kesepakatan dengan Iran merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan.

"Kadang-kadang Anda harus memiliki rasa takut. Itulah satu-satunya hal yang benar-benar akan membuat situasi dapat ditangani," ujar Trump.

Menanggapi persiapan operasi militer yang berpotensi berkelanjutan tersebut, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan bahwa Presiden Trump memegang kendali penuh atas segala kemungkinan tindakan yang akan diambil terhadap Iran.

"Presiden Trump memiliki semua opsi di atas meja terkait dengan Iran. Dia mendengarkan berbagai perspektif mengenai masalah apa pun, namun membuat keputusan akhir berdasarkan apa yang terbaik bagi negara kita dan keamanan nasional," kata Kelly.

Tahun lalu, Amerika Serikat juga sempat mengirimkan dua kapal induk ke wilayah tersebut saat melakukan serangan terhadap situs nuklir Iran. Namun, operasi "Midnight Hammer" pada bulan Juni lalu merupakan serangan tunggal di mana pembom siluman terbang dari Amerika Serikat untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan balasan terbatas ke pangkalan AS di Qatar.

Para pejabat menjelaskan bahwa perencanaan yang sedang dilakukan kali ini jauh lebih kompleks dibandingkan operasi sebelumnya. Dalam kampanye militer berkelanjutan, militer Amerika Serikat tidak hanya akan menyasar infrastruktur nuklir, tetapi juga fasilitas negara dan keamanan Iran lainnya.

Para ahli memperingatkan bahwa risiko bagi pasukan Amerika Serikat akan jauh lebih besar dalam operasi semacam ini karena Iran memiliki gudang rudal yang sangat kuat. Selain itu, serangan balasan dari Iran diyakini akan meningkatkan risiko pecahnya konflik berskala regional.

Pejabat yang sama menambahkan bahwa pihak Amerika Serikat sepenuhnya memperkirakan Iran akan membalas, yang kemudian akan memicu aksi saling serang dan pembalasan dalam kurun waktu tertentu. Trump sendiri telah berulang kali mengancam akan mengebom Iran karena program nuklir, rudal balistik, serta tindakan keras terhadap perbedaan pendapat internal.

"Alternatif untuk solusi diplomatik akan menjadi sangat traumatis, sangat traumatis," tegas Trump pada hari Kamis lalu.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran telah memberikan peringatan keras bahwa jika terjadi serangan terhadap wilayah Iran, mereka akan membalas ke pangkalan militer Amerika Serikat mana pun. Saat ini, Amerika Serikat mempertahankan pangkalan di seluruh Timur Tengah, termasuk di Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Turki.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang bertemu Trump di Washington menekankan pentingnya poin-poin krusial bagi keamanan Israel dalam setiap kesepakatan yang mungkin dicapai. Iran menyatakan siap berdiskusi mengenai pembatasan program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi, namun tetap menolak untuk mengaitkan isu tersebut dengan program rudal mereka.

(tps/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |