Purbaya Gelar Sidang Debottlenecking Besok, Bakal Menarik!

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan menggelar sidang debottlenecking atau penyelesaian hambatan usaha pada esok hari, Selasa (24/2/2026).

Ia mengatakan, sidang yang digelar itu akan sangat menarik dan berdampak pada potensi investasi yang teramat besar.

"Besok ada sidang juga, mungkin lebih menarik besok. Itu sidang yang berdampak investasi besar di Indonesia," kata Purbaya saat konferensi pers APBN di kantornya, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Sebagaimana diketahui, sidang debottlenecking ini sudah Purbaya gelar sejak Desember 2025 demi menyelesaikan hambatan, penyimpangan, dan permasalahan perizinan dengan menghubungkan pelaku usaha dan instansi terkait demi menciptakan iklim investasi lebih sehat.

Sidang debottlenecking dilakukan untuk membahas berbagai pengaduan pelaku usaha melalui kanal https://lapor.satgasp2sp.go.id/ yang dikelola oleh Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).

Hingga 20 Februari 2026, Purbaya mencatat, setidaknya sudah ada 89 aduan yang masuk. Mayoritas terkait dengan masalah perizinan usaha dengan jumlah 45 aduan, lahan dan tata ruang 15 aduan, pendanaan dan pembiayaan 7 aduan, serta pendapatan negara dan dukungan fiskal 5 aduan.

Adapula terkait dengan masalah penegakan hukum sebanyak 4 aduan, energi dan ketenagalistrikan 3 aduan, industri 2 aduan, serta masalah terkait impor, ekspor, dan logistik sebanyak 2 aduan. Lainnya 6 aduan.

Dari 89 aduan yang masuk itu, Purbaya mengatakan, setidaknya sudah ada 46 aduan yang disidangkan, dan terbukti memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi.

Lebih dari separuh adua yang telah diproses itu kata dia di antaranya terkait perizinan pabrik bioetanol Pertamina, proyek listrik tenaga sampah di Benowo, perizinan usaha apotek, pendanaan perusahaan tekstil, perpajakan pelayaran, hingga HS Code Impor.

Dampak dari sidang penyelesaian masalah debottlenecking itu ia sebut di antaranya potensi pengurangan impor BBM 30 kiloliter, pengolahan sampah 365 ribu ton per tahun berlanjut, penguatan kepastian dan daya saing sektor logistik nasional, serta memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha.

"Ini sudah kelihatan arahnya ke sana. Saya harap dalam setahun hampir seluruh hambatan-hambatan investasi saya harapkan bisa kita hilangkan dari perekonomian kita," tutur Purbaya.

(arj/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |