Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi jabatan di lingkungan Pusdokkes Polri. Polwan ahli forensik Brigjen dr Sumy Hastry Purwanti diangkat menjadi Karodokpol Pusdokkes Polri.
Pengangkatan Brigjen Hastry berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1584/VII/KEP./2026, Jumat (31/7/2026). Brigjen Hastry, yang ahli di bidang forensik, sebelumnya menjabat Karolabdokkes Pusdokkes.
"Karolabdokkes Pusdokkes Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Karodokpol Pusdokkes Polri," demikian bunyi Surat Telegram Kapolri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedikit cerita sosok Brigjen Hastry, dunia forensik Indonesia sudah tidak asing dengan namanya. dr Hastry kerap terlibat dalam proses autopsi dan identifikasi korban berbagai kasus kriminal atau kecelakaan.
Kisah Brigjen Hastry, yang telah berkiprah 25 tahun di bidang forensik, diangkat menjadi sebuah film dengan judul Autopsy 'Dead Body Can Talk'. Hastry merupakan polwan pertama di Asia yang bergelar doktor forensik.
"Secara kebetulan, selain dokter forensik, saya juga seorang anggota polisi. Jadi apa pun yang saya kerjakan memang untuk keadilan dan kebenaran," kata Sumy dalam launching produksi Autopsy 'Dead Body Can Talk' di STIK Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025).
Bagi Hastry, autopsi bukan sekadar mengurai kematian, tetapi juga cara untuk mencari keadilan. Sebab, menurutnya, setiap jenazah punya hak untuk teridentifikasi."(Autopsi) memang mencari keadilan dan kebenaran dari yang sudah tidak bisa bicara atau yang telah pergi meninggalkan kita," ucap Hasty.
"Dari awal saya menjadi dokter spesialis forensik memang secara langsung saya selalu menginginkan mereka itu punya hak asasi untuk teridentifikasi dirinya, bahkan sampai sebab kematiannya itu bagaimana. Karena tanpa itu, mereka akan pergi secara cuma-cuma," lanjutnya.
Simak Video "Video: Polisi Evakuasi Eks Polwan Yuni Usai Rumahnya Digeruduk Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(rfs/mea)


















































