Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Rani Mauliani dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi NasDem Wibi Andrino menganggap wajar jika kenaikan tarif Transjakarta sedang dikaji. Mereka mengusulkan tarif naik mulai dari Rp 4.000 hingga Rp 5.000.
Rani awalnya menyampaikan penyesuaian tarif transportasi publik merupakan hal yang wajar. Namun, ia meminta penyesuaian itu harus memperhatikan kemampuan publik.
"Pada prinsipnya, penyesuaian tarif layanan publik seperti Transjakarta memang sesuatu yang wajar, apalagi setelah lebih dari dua dekade tidak mengalami kenaikan, sementara biaya operasional terus meningkat. Namun, kebijakan ini tidak bisa dilihat semata dari sisi biaya, melainkan harus mengutamakan kemampuan masyarakat sebagai pengguna utama," kata Rani saat dihubungi, Sabtu (25/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rani juga berpesan harus ada peningkatan kualitas terlebih dulu jika hendak menaikkan tarif. Selain itu, kata dia, optimalisasi layanan juga harus dimaksimalkan.
"Saya memandang, jika memang ada rencana kenaikan tarif, Pemprov DKI harus memastikan terlebih dahulu bahwa kualitas layanan benar-benar sudah optimal-baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, keamanan, hingga integrasi antarmoda. Jangan sampai masyarakat diminta membayar lebih, tetapi pelayanan belum maksimal," ucap dia.
Kemudian, Rani menyampaikan, idealnya, kenaikan tarif tidak terlalu memberatkan. Ia mengusulkan tarif naik jadi Rp 4.000 hingga Rp 5.000.
"Terkait besaran kenaikan, idealnya dilakukan secara bertahap dan terukur. Kenaikan yang masih relatif aman dan tidak terlalu memberatkan, menurut saya berada di kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000, dengan catatan tetap ada perlindungan bagi kelompok masyarakat tertentu melalui subsidi atau tarif khusus. Yang paling penting, kebijakan ini harus dibarengi dengan transparansi perhitungan, sosialisasi yang masif, serta skema subsidi yang tepat sasaran. Jangan sampai kenaikan tarif justru mengurangi minat masyarakat menggunakan transportasi publik, karena ini akan berdampak pada kemacetan dan kualitas lingkungan di Jakarta," jelas dia.
Kemudian, Wibi Andrino juga berpandangan hal yang sama. Menurutnya, kenaikan tarif Transjakarta wajar karena sudah 20 tahun tidak berubah.
"Kenaikan tarif Transjakarta wajar untuk dikaji, karena sudah 20 tahun tidak berubah sementara biaya operasional naik. Namun, transportasi publik tetap harus berpihak pada rakyat," tutur dia.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino Foto: Dok. DPRD DKI
Ia mengusulkan kenaikan tarif Transjakarta menjadi Rp 5.000. Menurutnya, kenaikan tarif bisa dilakukan bertahap.
"Kalau dinaikkan, saya melihat angka sekitar Rp5.000 masih batas wajar, asalkan dilakukan bertahap dan dibarengi peningkatan layanan," sebut dia.
Transjakarta Kaji Kenaikan Tarif
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengungkap pihaknya tengah mengkaji kenaikan tarif Transjakarta. Dia menyebut tarif Transjakarta sudah 21 tahun tidak mengalami kenaikan.
Hal itu diungkap Welfizon saat rapat bersama dengan Komisi B DPRD Jakarta di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Menurutnya, tarif Transjakarta Rp 3.500 sejak tahun 2005.
"Terkait dengan kenaikan tarif. Tentu ini menjadi domain eksekutif ataupun legislatif, tapi kami sudah melakukan kajian terkait dengan kenaikan tarif yang saat ini masih di Rp 3.500 dari tahun 2005 Pak, jadi kira-kira 21 tahun," kata Welfizon.
(maa/idh)


















































