Pesawat BBM Pelita Air Jatuh di Kalimantan Utara, Begini Nasib Pilot

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat pengangkut BBM jatuh di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pilot dikabarkan selamat.

Mengutip detik.com, warga setempat menceritakan detik-detik ketika pilot berhasil lolos dari maut berkat parasut. Informasi dihimpun, warga di sekitar Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan sempat melihat pesawat berputar-putar sebelum hilang di balik perbukitan. Kemudian terlihat asap hitam membubung.

Seorang warga setempat, Dawat Butal, mengatakan bahwa penduduk di Desa Pa' Betung sudah menemukan pilot dari pesawat tersebut. Menurut kesaksian warga, pilot tersebut sudah sempat keluar dari pesawat sebelum jatuh dan mendarat dengan parasut.

"Menurut keterangan warga, pesawatnya jatuh duluan baru payungnya nyusul jatuh. Warga belum sampai di lokasi jatuhnya pesawat. Sebentar, saya sudah minta warga mengirimkan foto dan videonya kalau sempat," jelas Dawat kepada detikKalimantan, Kamis (19/2/2026).

Warga setempat langsung berupaya mengevakuasi pilot ke permukiman mereka. Sementara itu, pesawat masih dalam proses pencarian. Menurut warga, badan pesawat terlihat meluncur jatuh lebih dulu ke perbukitan.

"Pilotnya sudah ketemu warga Pa' Betung. Jadi pilotnya yang cerita bahwa dia terjun payung. Selamat pilotnya, sudah diamankan warga Pa' Betung," ujar Dawat.

Berdasarkan pantauan detikKalimantan di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, asap tebal muncul dari arah perbukitan yang menjadi jalur penerbangan pesawat. Pesawat tersebut baru saja selesai mengantarkan pasokan BBM di Bandara Yuvai Semaring. Saat kejadian, cuaca di Krayan berawan dan gelap.

"Saya mata yang melihat pesawat jatuh. Pesawat itu terbang dan mau belok ke sebelah kiri. Yang saya lihat, salah satu bagian dari pesawat ada yang terlepas (terbang), kemudian disusul dengan pesawat yang oleng," ujar seorang saksi mata bernama Aboy kepada detikKalimantan, Kamis (19/2/2026).

Pelita Air Buka Suara

Corporate Secretary PT Pelita Air Service Patria Rhamadonna menyatakan sehubungan dengan perkembangan informasi mengenai salah satu armada charter Pelita Air, saat ini disampaikan bahwa proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang berlangsung.

Penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu orang pilot, tanpa awak kabin maupun penumpang, dengan jenis pesawat yang digunakan yaitu Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA.

Pesawat tersebut merupakan armada khusus yang melayani misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan. Pada saat pemantauan terakhir, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan.

(wur/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |