Terlalu Dekat dengan China, Apple Mau Pindah Pabrik

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple dikabarkan mulai menjajaki kerja sama dengan Intel dan Samsung untuk memproduksi chip utama untuk iPhone dan MacBook di Amerika Serikat.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi pemasok di tengah kekhawatiran gangguan rantai pasok global dan ketergantungan pada Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC).

Berdasarkan laporan Bloomberg, Apple telah melakukan pembicaraan tahap awal dengan Intel terkait kemungkinan penggunaan layanan manufaktur chip perusahaan tersebut.

Selain itu, sejumlah eksekutif Apple juga disebut telah mengunjungi pabrik Samsung yang tengah dibangun di Texas, AS, yang nantinya akan memproduksi chip canggih.

Namun hingga kini, belum ada kontrak ataupun pemesanan resmi dari Apple kepada kedua perusahaan tersebut. Sumber yang mengetahui pembahasan itu menyebutkan bahwa seluruh proses masih berada pada tahap eksplorasi awal.

Apple juga disebut masih memiliki kekhawatiran terhadap kemampuan teknologi manufaktur chip selain milik TSMC. Karena itu, belum ada kepastian apakah perusahaan besutan Tim Cook tersebut benar-benar akan menggandeng pemasok baru.

Juru bicara Apple, Intel, Samsung, dan TSMC menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Kabar pendekatan Apple terhadap Intel langsung memicu lonjakan saham perusahaan chip AS itu. Saham Intel sempat melonjak hingga 12% dan menyentuh rekor tertinggi baru di perdagangan New York pada Selasa waktu setempat. Secara keseluruhan, saham Intel telah melonjak lebih dari 180% sepanjang tahun ini.

Selama lebih dari satu dekade, Apple mengandalkan TSMC untuk memproduksi chip utama buatannya, atau yang dikenal sebagai system-on-a-chip (SoC), untuk iPhone, iPad, dan Mac. Chip terbaru Apple saat ini diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 3 nanometer milik TSMC di Taiwan.

Meski menjadi salah satu pembeli semikonduktor terbesar di dunia, Apple tidak luput dari tekanan rantai pasok global. Lonjakan pembangunan pusat data AI dan tingginya permintaan komputer Mac yang mampu menjalankan model AI secara lokal memicu kelangkaan chip canggih.

Dalam laporan kinerja kuartalan pekan lalu, CEO Apple Tim Cook mengakui keterbatasan pasokan chip mulai menghambat pertumbuhan perusahaan.

"Kami memiliki fleksibilitas rantai pasok yang lebih rendah dibanding biasanya," ujar Cook.

Namun mencari pemasok alternatif bukan perkara mudah. Intel dan Samsung dinilai belum mampu menawarkan kapasitas produksi dan konsistensi teknologi setara TSMC yang saat ini mendominasi industri manufaktur chip pesanan global.

Bagi Intel, mendapatkan Apple sebagai pelanggan akan menjadi kemenangan besar dalam strategi kebangkitan perusahaan di bawah CEO Lip-Bu Tan.

Intel sendiri saat ini tengah berupaya memperluas bisnis manufaktur chip atau foundry setelah beberapa kali gagal menarik pelanggan besar.

Sementara itu, Samsung memang lebih berpengalaman dalam bisnis foundry dibanding Intel, tetapi perusahaan asal Korea Selatan tersebut masih tertinggal cukup jauh dari TSMC dalam penguasaan pasar.

Menariknya, Apple dan Samsung selama ini juga bersaing ketat di pasar smartphone global. Namun Apple disebut melihat Samsung sebagai salah satu opsi realistis untuk memperkuat rantai pasok chipnya.

Apple sendiri memiliki sejarah panjang dengan Intel dan Samsung. Intel sempat menjadi pemasok prosesor Mac sejak 2006 hingga sekitar 2020 sebelum Apple beralih menggunakan chip buatannya sendiri berbasis arsitektur iPad. Di sisi lain, Samsung juga pernah menjadi mitra manufaktur chip iPhone lebih dari satu dekade lalu.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |