Jakarta - Gita Septia Wardani (21) menjadi salah satu korban meninggal akibat kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Gita sempat berkomunikasi dengan ayahnya, Ajun Junaedi (57), dan minta dijemput.
Ajun mulanya menyampaikan saat mencari keberadaan anaknya, dia menemukan tas Gita. Dia menyebut tas itu berisi KTP, ponsel, hingga alat salat seperti sajadah dan mukena.
"Kalau tas, ya itu justru pas nyari itu (Gita), pas nyari lagi itu malah ketemunya tasnya sekitar jam 8 atau jam 10 lah. Tasnya masih utuh, tas isi KTP, handphone, ada charger, segala ada di dalam tas. Sajadah, mukena. Masyaallah," kata Ajun saat ditemui di rumah duka Gita di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Kamis (30/4/2026).
Gita sempat memberi kabar melalui pesan kepada Ajun bahwa ada kecelakaan KRL yang menabrak mobil taksi di Stasiun Bekasi Timur. Dia meminta ayahnya tak usah buru-buru untuk menjemputnya lantaran ada insiden tersebut.
"Dia itu masih ada kata-kata 'Ayah jemputnya santai aja karena ada kereta, ada kecelakaan nabrak mobil di depan aku. Aku di Bekasi Timur mungkin keretanya bisa ini dulu berhenti' gitu maksudnya," ujar Ajun menirukan percakapan Gita.
Ajun kemudian bercerita bagaimana dia akhirnya menemukan Gita di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia mengaku sempat terlambat saat mendengar nama Gita diumumkan menjadi korban yang teridentifikasi jenazahnya.
"Ke sanalah setengah tiga (sore). Setengah tiga di sana langsung didata terus minta DNA. Ditanya ciri-ciri anak kita dari baju, dari sepatu, dari rambut, dari wajah mungkin, dari gigi, apa gitu. Nah setelah itu dibilangin 'Nanti bapak hasilnya ada jam 5' gitu. Cuma pas jam 5 itu kita memang nggak dikasih tahu. Cuma pas tadi yang telah konfirmasi itu, ternyata nama Gita udah diumumin sebelum kita datang," kata Ajun.
Sementara, ibu dari Gita, Supriyanti (57) menjelaskan isi dalam tas anaknya itu merupakan barang yang biasa Gita bawa ketika berkuliah. Saat kejadian, Gita membawa tas kecil sebab Gita tak membawa laptop.
"Iya (yang biasa dibawa) salah satunya, tapi biasa juga kalau pas bawa laptop juga tasnya yang gemblok (ransel) itu. Iya itu juga pakai itu, cuma saat itu nggak bawa laptop. Ini juga pakai yang tas biasa saja, paling bawa buku satu," katanya.
Supriyanti menjelaskan jika Gita pulang dari kuliah sebelum kecelakaan terjadi. Gita disebut pulang malam karena persiapan acara yang akan digelar di kampusnya.
"Itu juga mungkin pas pulang malam itu kan katanya mau ada event ya, jadi dia agak lama juga, kayaknya agak sore soalnya ayahnya WA itu kan dia bilang masih di kampus. Kemarin saya dengar kayaknya lagi mau ada event ya gitu dari kampus," katanya.
Sebelumnya, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Peristiwa itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia, termasuk Gita, dan 90 orang lainnya terluka.
Saksikan Live DetikSore:
(dek/dek)


















































