Pernah Jadi Komisaris, Hashim Sebut Prabowo Sangat Paham Sektor Migas

3 hours ago 4

Tangerang, CNBC Indonesia - Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Iklim menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memiliki pemahaman mendalam terkait kebutuhan mendasar para investor di sektor minyak dan gas bumi (migas). Seiring memang Prabowo sempat menduduki posisi strategis di industri energi internasional jauh sebelum menjabat sebagai kepala negara.

Hashim menjelaskan bahwa rekam jejak Prabowo di sektor migas global memberikan perspektif nyata mengenai risiko dan tantangan yang dihadapi para pemodal. Ia menilai keberadaan pemimpin yang memahami seluk-beluk industri ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjamin kepastian hukum serta stabilitas kontrak bagi investor.

"Satu-satunya Presiden Republik Indonesia yang memiliki pengalaman selaku pengusaha minyak juga adalah Presiden sekarang ini namanya Prabowo Subianto. Karena dia dulu Chairman of the Board of my company. Pak Prabowo selama 7 tahun Komisaris Utama perusahaan saya yang bergerak di bidang minyak Kazakhstan, Azerbaijan," ujarnya dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, dikutip Jumat (22/5/2026).

Hashim memaparkan bahwa selama masa jabatannya tersebut, Prabowo sering meninjau langsung operasional investasi di wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis maupun politik yang kompleks. Pengalaman inilah yang diklaim membuat Presiden mengerti pentingnya perlindungan terhadap kesepakatan bisnis agar investasi jangka panjang tetap terjaga.

Hashim menilai Prabowo memahami betul dinamika sebagai pemodal yang harus beroperasi di wilayah yang jauh dengan tingkat risiko yang sangat tinggi.

"Pak Prabowo tahu apa artinya, bagaimana rasanya menjadi investor di negeri asing, di tanah yang jauh, tanah yang asing. Dan yang dibutuhkan investor adalah kesucian kontrak, stabilitas politik, serta keselamatan dan keamanan," kata Hashim.

Menurutnya, kebutuhan akan kepastian hukum dan aturan fiskal yang kompetitif menjadi faktor penentu utama bagi keberlangsungan investasi nasional. Hashim menekankan bahwa tanpa jaminan perlindungan kontrak dan situasi keamanan yang kondusif, para investor global tidak akan ragu untuk meninggalkan Indonesia.

"Kalau tidak ada keamanan ketertiban, investor tidak mau beroperasi. Kalau tidak ada fiscal terms, investor tidak akan investasi. Kalau tidak ada kepatuhan mengenai kontrak-kontrak, investor akan hengkang, investor akan meninggalkan kita. Maka kita harus ada itu semua," jelasnya.

Dengan begitu, Hashim meyakini dengan kepemimpinan yang berlatar belakang praktisi industri, Indonesia mampu memberikan jaminan keamanan bagi pemodal dari seluruh dunia.

"Kalau kita ada unsur-unsur itu, stabilitas politik, keamanan dan ketertiban, dan kita juga ada kepatuhan terhadap kontrak-kontrak, itu saya kira kita ada resep, kita ada unsur-unsur sukses di masa depan," tandasnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |