Perkuat Pasar, Home Credit Hadirkan Solusi Keuangan Terintegrasi

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan perilaku konsumen yang semakin digital pasca pandemi mendorong PT Home Credit Indonesia untuk terus mengembangkan solusi keuangan yang lebih terintegrasi. Tidak hanya menyediakan pembiayaan, perusahaan juga menghadirkan berbagai produk perlindungan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih menyeluruh.

Acting Chief Executive Officer Home Credit Indonesia Sylvia Lazuarni mengatakan pandemi Covid-19 telah menjadi titik balik percepatan adopsi teknologi digital di Indonesia. Meningkatnya penggunaan smartphone dan layanan digital secara signifikan turut mengubah ekspektasi masyarakat terhadap layanan keuangan.

"Covid menjadi momentum yang mempercepat adopsi teknologi digital di Indonesia. Ketika penggunaan smartphone semakin tinggi, perilaku konsumen juga berubah. Saat ini masyarakat tidak hanya membutuhkan produk keuangan, tetapi menginginkan solusi keuangan yang terintegrasi, mudah diakses, cepat, dan tersedia di berbagai titik kebutuhan mereka," kata Sylvia dalam Multifinance CEO Gathering 2026 CNBC Indonesia, di Jakarta, Selasa, (11/8/2026).

Menurut Sylvia, perubahan tersebut perlu dilihat sebagai peluang bagi industri pembiayaan untuk menghadirkan layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Terlebih, tingkat akses masyarakat Indonesia terhadap layanan keuangan formal masih relatif rendah sehingga ruang pertumbuhan industri masih sangat besar.

"Masyarakat saat ini menginginkan kemudahan dalam mengakses layanan keuangan. Sebagai perusahaan pembiayaan, kami melihat kebutuhan untuk menghadirkan solusi yang lebih komprehensif, tidak hanya sebatas menyediakan pembiayaan," katanya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Home Credit terus memperkuat ekosistem layanan yang dimilikinya melalui jaringan lebih dari 23.000 toko mitra di seluruh Indonesia. Selain memberikan fasilitas pembiayaan untuk pembelian berbagai produk kebutuhan masyarakat, perusahaan juga menawarkan berbagai produk proteksi yang dapat memberikan ketenangan tambahan bagi pelanggan.

Sylvia menjelaskan, pelanggan yang membeli telepon seluler melalui fasilitas pembiayaan Home Credit misalnya, dapat menambah perlindungan terhadap risiko kerusakan perangkat. Selain itu, perusahaan juga menawarkan perlindungan bagi nasabah yang menghadapi risiko kesehatan, termasuk penyakit kritis yang dapat memengaruhi kemampuan finansial mereka.

"Kalau pelanggan membeli handphone, kami pastikan ada pilihan proteksi untuk perangkat tersebut. Jika pelanggan mengalami kondisi kesehatan tertentu atau penyakit kritis, kami juga menawarkan perlindungan. Begitu pula ketika pelanggan membeli furniture atau elektronik untuk kebutuhan rumah tangga, tersedia berbagai produk proteksi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka," jelas Sylvia.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Home Credit untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko yang mungkin muncul di kemudian hari.

Menurut Sylvia, sebelum memberikan pembiayaan, Home Credit terlebih dahulu memastikan bahwa pelanggan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran. Setelah itu, perusahaan berupaya melengkapi kebutuhan pelanggan melalui berbagai solusi perlindungan yang dapat membantu menjaga kondisi finansial mereka dan keluarga.

"Kami ingin memastikan pelanggan tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga memiliki perlindungan yang memadai. Harapannya, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan, dampaknya tidak menjadi beban yang lebih besar bagi pelanggan maupun keluarganya," ujarnya.

Ke depan, Home Credit akan terus mengembangkan berbagai produk dan layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Dengan menggabungkan pembiayaan dan proteksi dalam satu ekosistem layanan, perusahaan berharap dapat menghadirkan solusi keuangan terintegrasi yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan di seluruh Indonesia.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |