Tragedi kebakaran terowongan Mont Blanc merupakan salah satu insiden mengerikan di Eropa. Kebakaran yang menewaskan puluhan orang ini dipicu oleh puntung rokok yang masuk ke udara.
Dikutip dari laman Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Eropa (UNECE), peristiwa ini terjadi pada 24 Maret 1999 di dalam terowongan jalan raya yang menghubungkan Chamonix, Prancis dan Aosta, Italia.
Tiba-tiba api muncul di terowongan. Api kemudian menyebar dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Sedangkan tim keselamatan dan penyelamat belum sempat tiba di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas pemadam kebakaran tidak mampu mengantisipasi kecepatan api yang meluas. Petugas di lapangan juga tidak memiliki informasi yang akurat soal kebakaran di dalam terowongan saat itu.
Terowongan dengan cepat dengan asap pekat, panas yang sangat ekstrem, dan hilangnya jarak pandang. Kebakaran lalu menyebar ke kendaraan lain.
Selain itu, ada kesulitan koordinasi yang sangat besar antara pos penyelamat di kedua ujung terowongan (sisi Prancis dan sisi Italia).
Kebakaran menjadi semakin besar. Akibat kejadian ini, 39 orang dilaporkan tewas.
Akibat Puntung Rokok
Penyelidikan pun dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran ini. Sidang pun digelar.
Seorang ahli bernama Vigier menyebut kebakaran tersebut dipicu oleh sebuah puntung rokok yang masuk dan menyebabkan kebakaran pada filter udara truk yang terbakar pertama kali.
Namun, pihak perusahaan truk tersebut menyatakan di depan pengadilan bahwa teori puntung rokok yang dipaparkan oleh Vigier sama sekali tidak konsisten dengan fakta-fakta yang tercatat.
Mereka meyakini bahwa penyebab kebakaran yang sebenarnya adalah kebocoran oli yang tidak disengaja. Kendati demikian, kebakaran ini diyakini akibat percikan dari puntung rokok tersebut. Tragedi ini juga lantas menjadi perbaikan aturan dan mitigasi kebakaran dalam terowongan.
Tonton juga video "KLH Segel 25 Perusahaan Terkait Karhutla Nasional"
(rdp/imk)

















































