Peran Aipda Agung di Balik Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang

2 hours ago 2

Jakarta -

Kasium Polsek Pandeglang Aipda Agung Ginanjar berperan besar di balik program inovatif Polsek Pandeglang. Dia menggagas serta menjalankan program Taman Edukasi Lalu Lintas dan SKCK Delivery di Polsek Pandeglang.

Atas ide dan aksinya itu, Aipda Agung diusulkan menjadi kandidat Hoegeng Awards 2026 oleh salah satu kepala sekolah TK di Pandeglang, Zahrotul Janah. Dia pernah membawa murid-muridnya untuk berkunjung ke Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang.

"Kami di sekolah punya program puncak tema, setiap kegiatan itu kita ambil tema-tema yang mengharuskan anak-anak belajar di luar kelas, outing class, salah satunya adalah tema di pekerjaan atau profesi, kebetulan kami inisiatif kunjungan ke polisi. Jadi mengenalkan anak-anak bagaimana sih cara kerja polisi," kata Zahro kepada detikcom, Senin (9/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut dalam 2 tahun terakhir, sekolahnya melakukan kunjungan ke Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang. Menurutnya, Aipda Agung sebagai pelopor dan penggerak Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

"Karena anak-anak diedukasinya luar biasa sama Aipda Agung sebagai pelopornya, untuk penerimaan juga sangat friendly, terus penyampaian segala rupanya juga baik, mudah dipahami anak-anak. Sehingga kerja sama kami ini bukan hanya satu tahun aja, mudah-mudahan berlanjut sampai tahun-tahun ke depan," ucapnya.

Selain menyenangkan bagi anak-anak, untuk permohonan kunjungan ke Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang sangat mudah. Sekolah yang hendak berkunjung cukup mengirim surat permohonan, lalu tinggal penyesuaian tanggal. Ternyata kunjungannya pun tanpa dipungut biaya alias gratis.

"Untuk biaya free semuanya, alhamdulillah nggak dipungut biaya sepeser pun," ujar Zahro.

Menurut Zahro, Aipda Agung dan 3 rekannya menjadi narasumber di Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang. Aipda Agung dkk sering mengedukasi anak-anak tentang larangan bullying, bahaya narkoba, hingga tata cara berlalu lintas dengan baik dan benar.

Program SKCK Delivery dan Taman Edukasi Lalu Lintas di Polsek PandeglangProgram SKCK Delivery dan Taman Edukasi Lalu Lintas di Polsek Pandeglang Foto: dok. istimewa

Zahro bersyukur kerja sama dengan Polsek Pandeglang itu sangat membantu dalam pembelajaran anak didiknya. "Pokoknya luar biasa, dengan adanya taman edukasi ini membantu kami sebagai guru dalam rangka memberikan pembelajaran yang ril kepada anak-anak," katanya.

Meski begitu, ia pun tetap memiliki harapan terhadap program Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang gagasan Aiptu Agung tersebut. Dia ingin fasilitas dan pelayanan dari taman edukasi itu ditingkatkan.

"Edukasi anak-anak itu enaknya outdor, kalau hujan itu terbatas, jadi harus di ruangan. Kalau di ruangan itu tidak kondusif, karena anak kan kinestetik ya kebanyakan, jadi pengen lari-lari gitu, kalau di ruangan terbatas. Itu mungkin kalau bisa kegiatan outdornya lebih ditingkatkan lagi, di lapangan harus ada tempat peneduhnya, walaupun hujan tetap kegiatan ada di luar," imbuhnya.

Penjelasan Aipda Agung Ginanjar

Aipda Agung Ginanjar merupakan kandidat Hoegeng Corner 2025. Dia menjelaskan terkait 2 program yang digagasnya dalam inovasi pelayanan kepolisian kepada masyarakat di wilayah hukum Polsek Pandeglang.

Kepada detikcom, Aipda Agung menceritakan awal mula dirinya memiliki ide program Taman Edukasi Lalu Lintas di Polsek Pandeglang. Dia menyebut dua program itu digagasnya pada tahun 2023.

"Ide itu muncul karena kita lihat dari lokasi Polsek kami, saya berpikir sepertinya Polsek ini bisa untuk dibuat waktu itu kaitannya dengan Taman Edukasi Lalu Lintas. Artinya di situ kita bikin marka jalan, kemudian rambu-rambunya," kata Aipda Agung, Jumat (3/10/2025).

Tujuan Aipda Agung menggagas Taman Edukasi Lalu Lintas itu supaya bisa memberikan ilmu atau pemahaman sejak dini tentang ketertiban berlalu lintas untuk anak-anak TK dan Paud. Keinginannya itu didukung oleh pimpinan dan rekan-rekannya di Polsek Pandeglang.

"Tujuan saya waktu itu adalah supaya kita bisa untuk memberikan andil kepada masyarakat khususnya anak-anak di usia TK/Paud untuk kita sedikit berikan ilmu tentang lalu lintas," ucapnya.

Setelah direstui pimpinan, ia pun menggandeng para Bhabinkamtibmas di Polsek Pandeglang untuk sama-sama mewujudkan program tersebut. Dia dan rekan-rekannya secara swadaya melengkapi kebutuhan fasilitas Taman Edukasi Lalu Lintas di area Polsek Pandeglang.

"Kita secara swadaya melengkapi apa yang bisa kami lengkapi terkait fasilitas taman edukasinya, temen-temen Bhabin juga bantu sosialisasikan juga di kelurahan-kelurahannya bahwa di kami ini ada Taman Edukasi Lalu Lintas," ujarnya.

Pada awal dibuka yakni tahun 2023, banyak anak-anak TK/Paud dari sejumlah sekolah berkunjung ke Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang. Tak ada pungutan biaya bagi sekolah-sekolah TK/Paud yang ingin berkunjung. Pihak sekolah cukup bersurat ke Polsek Pandeglang dan Aipda Agung menjadi pemandu dan pematerinya langsung.

Namun pada tahun 2024, operasional taman sempat dihentikan sementara karena Polsek Pandeglang tengah fokus pada pengamanan penyelenggaraan Pemilu Serentak. Kegiatan Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang kembali bergulir pada pertengahan tahun 2025.

"Pertengahan tahun ini memang baru ada baru ada 2 sekolah dikarenakan ada beberapa sekolah yang memang belum jadwalnya, sesuai dengan kalender pendidikannya mereka mungkin belum terjadwal untuk pertengahan tahun ini, kemungkinan antara akhir atau di awal 2026," katanya.

SKCK Delivery Polsek Pandeglang

Setelah menjalankan program Taman Edukasi Lalu Lintas, Aipda Agung menggagas program SKCK Delivery Polsek Pandeglang. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan Polsek Pandeglang untuk masyarakat di wilayah hukumnya.

"Namun berkaitan dengan SKCK ini terbatas oleh wilayah hukum, karena kami di Polsek Pandeglang ini membawahi 2 wilayah kecamatan. Jadi khususnya untuk pelayanan SKCK Delivery itu saat ini hanya bisa kami sajikan untuk masyarakat kami yang ada di wilayah Kecamatan Marjasari dengan Pandeglang," ucap Aipda Agung.

Dia menyebut informasi tentang program SKCK Delivery Polsek Pandeglang sudah dipublikasikan di sejumlah media sosial. Menurut Agung, untuk langkahnya masyarakat akan diminta mengisi data diri dalam formulir online, mengunggah sejumlah dokumen dan melakukan pembayaran lewat QRIS.

"Jadi si pemohon itu setelah dia mengisi data, setelah dia mengupload datanya, akan kita proses setelah dia melakukan pembayaran via QRIS. Jadi di link itu tuh sudah tampil juga QRIS-nya, dan sesuai PNBP itu biayanya kan Rp 30.000," ujarnya.

Setelah pemohon menyelesaikan hingga proses pembayaran, maka SKCK akan dicetak. Kemudian operator pencetak SKCK akan melihat alamat si pemohon untuk menghubungi Bhabinkamtibmas di wilayah pemohon agar datang ke Polsek Pandeglang.

"Misalnya warga ini (pemohon) tuh warga Kelurahan Pandeglang, kita contact Bhabin Kelurahan Pandeglang namanya Pak Trimoyo, ini ada warganya mengajukan permohonan SKCK delivery, silakan bisa diambil di kantor. Nanti Pak Trimoyo yang datang ke ruangan SKCK, lalu Pak Trimoyo yang mengantarkan SKCK itu ke alamat pemohon dan free, tidak ada pungutan biaya tambahan," jelasnya.

Program SKCK Delivery dan Taman Edukasi Lalu Lintas di Polsek PandeglangProgram SKCK Delivery dan Taman Edukasi Lalu Lintas di Polsek Pandeglang Foto: dok. istimewa

Aipda Agung menegaskan tidak ada tambahan biaya seperti ongkos kirim (ongkir) untuk memanfaatkan SKCK Delivery. Biayanya sesuai PNBP yakni Rp 30.000.

"Biayanya sesuai PNBP saja Rp 30.000 dan tidak ada yang namanya biaya ongkir atau biaya tambahan lain-lain," tegasnya.

Namun, ia tak menampik jika kemudahan program itu belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Aipda Agung menyebut sejak program itu diluncurkan, baru ada sekitar 15 warga yang menggunakan jasa SKCK Delivery.

"Mungkin karena ketidaktahuan atau mungkin sungkan juga kalau misalnya si pemohon ini meminta bantuan langsung ke Bhabinnya. Padahal kita sudah sering sampaikan sih, jadi bisa juga persyaratan-persyaratan itu serahkan ke Bhabinnya, nanti Bhabinnya yang datang ke operator SKCK, setelah diproses, si Bhabinnya yang kembali mengantarkan ke si pemohon," ucap Agung.

"Apalagi jangkauan kita kan hanya untuk warga di sekitar 2 kecamatan dan untuk setiap harinya pun pemohon SKCK yang manual yang datang sendiri ke Polsek itu kalau untuk di wilayah kita hanya sedikit, nggak misalnya sehari itu sampai ratusan pemohon seperti di kota-kota besar. Memang tidak sampai seperti itu sih, masih sedikit," ujarnya.

Meski belum banyak dimanfaatkan masyarakat, program inovasi Polsek Pandeglang yang digagas Aipda Agung itu mendapat penghargaan dari Kompolnas tahun 2024. Karena SKCK Delivery dan Taman Literasi Lalu Lintas, Polsek Pandeglang menjadi 10 Polsek terbaik se-Indonesia versi Kompolnas.

(fas/hri)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |