Peneror Bom di SDN Jaksel Tak Sangka Ulahnya Bikin Heboh, Kini Menyesal

7 hours ago 4
Jakarta -

Polisi mengungkap sosok MY (34), pelaku yang mengirim ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), mengaku tak menyangka ulahnya itu berujung heboh. MY juga mengaku menyesal atas perbuatannya itu.

"Tersangka tidak menyadari bahwa apa perbuatannya akan menjadi seheboh ini. Dan kemudian dari pemeriksaan juga, si tersangka itu merasa menyesal lah atas kejadian yang telah dilakukannya," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adiwibowo kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

Saat ini MY sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 600 dan/atau Pasal 601 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Tersangka ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian, karena statusnya sebagai tersangka tersebut, mulai terhitung mulai kemarin, kemarin tanggal 14 (Juli), Saudara MY kita lakukan penahanan di rutan Polres Jakarta Selatan," jelasnya.

Pelaku MY diketahui merupakan orang tua salah seorang siswa di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Dia bahkan sempat menjemput anaknya usai mengirimkan ancaman.

Sebagai informasi, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pada Senin (13/7) pagi. Setelah penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi.

Motif Kirim Teror Bom

Polisi mengungkap motif pria MY mengirim ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa. Kepada polisi, dia mengaku kesal terhadap pihak sekolah.

"Jadi kalau motif dari kejadian ini, dari keterangan tersangka, tersangka itu merasa kesal pada salah satu pihak sekolah sehingga melampiaskan dengan perbuatan ini," kata AKP Joko.

MY mengaku pernah berkomunikasi dengan pihak sekolah perihal seragam anaknya yang juga bersekolah di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Namun, menurut Joko, pelaku mengaku respons sekolah tidak baik hingga berujung aksi teror bom.

"Jadi beberapa hari sebelum kejadian, pernah ada komunikasi sama pihak sekolah yang membicarakan masalah seragam sekolah. Namun responsnya dirasakan oleh si tersangka ini tidak baik," tuturnya.

"Jadi beberapa hari sebelum kejadian kan nanya dia masalah seragam. Jawabannya (pihak sekolah), 'Udah, nggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu,' gitu loh. Jadi kayaknya merasa tersinggung gitu loh," imbuhnya.

Simak juga Video 'Pramono Minta Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah Didalami':

(wnv/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |