Pemerintah Lagi Tender 9 Blok Migas Baru, Ini Daftarnya

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini tengah melakukan proses tender untuk 9 wilayah kerja (WK) atau blok minyak dan gas bumi (migas). Ini merupakan bagian dari potensi 110 blok migas baru yang ditawarkan pemerintah kepada investor.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, status per Januari 2026, dari 110 blok migas baru yang ditawarkan pemerintah, berikut datanya:

19 area telah diminati/laku (awarded)

39 area sedang joint-study

52 area potensi area lainnya.

Adapun dari 52 potensi area lainnya, 9 area migas dalam status proses tender. Berikut daftarnya:

  1. Abar-Anggursi di lepas pantai Jawa Barat
  2. Mabelo di Sulawesi Tenggara
  3. Tapah di daratan (onshore) Sumatra Selatan dan Jambi
  4. Nawasena di Jawa Timur
  5. Tuah Tanah di Sumatra Utara dan Riau
  6. Rangkas di daratan Banten dan Jawa Barat
  7. Akimeugah I di daratan (onshore) Papua Selatan dan Papua Pegunungan
  8. Akimeugah II di daratan (onshore) Papua Selatan dan Papua Pegunungan
  9. Arwana III di Laut Natuna

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, kini terdapat perbedaan proses penawaran wilayah kerja migas baru dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya, penawaran blok migas cenderung inisiasi dari badan usaha yang sudah beroperasi untuk melakukan kajian bersama atau joint-study, sehingga pertumbuhan blok migas baru tidak begitu cepat. Sementara dalam dua tahun terakhir ini menurutnya joint study yang biasa dilakukan badan usaha kini diambil alih oleh Kementerian ESDM.

"Sehingga hasilnya, mungkin kita coba cek. Kalau tahun 2022 lalu blok itu hanya ada 75 (blok migas), dalam waktu 1 tahun nambah dan sekarang sudah 110 WK. Dan ini merupakan nilai yang signifikan yang mungkin penambahannya belum pernah terjadi," tutur Laode dalam acara Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia, dikutip Jumat (13/02/2026).

"Saat ini dari berbagai WK yang sudah kita lelangkan semuanya mendapatkan perhatian dan penawaran dari calon investor. Jadi artinya kita speed untuk menarik investasinya itu cukup tinggi," ujarnya.

Dari blok migas baru yang dilelang tersebut, menurutnya dibutuhkan waktu 4-5 tahun sejak pemenang lelang ditetapkan untuk bisa mulai diproduksi.

"Tetapi jaminan jangka panjang kita untuk bisa menjaga kecepatan produksi tentu berasal dari WK yang ditemukan pada hari ini. Kalau ini tidak segera kita percepat, maka mungkin beberapa tahun ke depan bisa menurun lagi. Oleh karena itu, kita akan kejar dengan ini, dan investor asing itu yang tadinya sudah beberapa tahun lalu berkurang, sekarang seperti Shell masuk kembali di hulu dan lain-lain contohnya seperti itu," jelasnya.

"Kalau kita perhatikan sekarang proses mulai dari menawarkan sampai berproduksi itu speed-nya sudah kita percepat. Jadi kemarin juga sudah disampaikan bahwa ratusan regulasi dipangkas dan disederhanakan. Jadi ini penting karena investor juga memerlukan kecepatan di dalam proses menginisiasi dari investasi yang ditanamkan. Jadi itu menjadi komitmen dari Kementerian ESDM," tandasnya.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |