Bahlil Ultimatum 301 Wilayah Kerja Migas, Ini Penyebabnya

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan ultimatum kepada investor minyak dan gas bumi atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Ini berkaitan dengan pengelolaan sumber daya migas di tanah air.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya menaikkan produksi minyak siap jual (lifting) migas. Oleh karena itu, Menteri Bahlil sudah menyiapkan tiga strategi untuk mencapai target lifting tersebut.

Diantaranya optimalisasi produksi sumur minyak tua menggunakan teknologi. Kedua, sumur yang tidak dikerjakan KKKS akan di oper ke pihak swasta lain baik luar maupun dalam negeri.

"Ketiga, yang sudah PoD yang tidak jalan saya kasih ultimatum. Ada 301 wilayah kerja yang sudah selesai eksplorasi tapi tidak jalan-jalan, sekarang saya kasih ultimatum, kalau tidak ya dicabut," terang Bahlil dalam Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Ia mencontohkan, salah satu ultimatum yang sudah dikeluarkan yakni kepada perusahaan asala Jepang, Inpex Masela atau pengelola Blok Masela, Maluku. Di mana, kata Bahlil, Inpex sudah mendapatkan konsesi Wilayah Kerja (WK) Migas sejak 26 tahun yang lalu.

"Tidak jalan-jalan tapi begitu surat cinta kita kasih, Alhamdulillah kita jalan investasi US$ 18 miliar," tegas Bahlil.

Selain hal itu, untuk menunjang peningkatan produksi, Bahlil menyatakan sedang mengaktivasi sumur minyak milik masyarakat yang saat ini jumlahnya mencapai 45.000-an sumur.

Menurut Bahlil, pengelolaan sumur minyak masyarakat akan menjadi sumber pendapatan langsung yang menyasar ke masyarakat.

"Kita menargetkan gini rasio uang harus berputar di bawah. Jangan sampai ada persepsi usaha minyak hanya milik pengusaha besar, BUMN dan saudara kita investor asing, tapi juga kita jalankan pasal 33 agar rakyat mendapatkan hak yang sama dengan perusahaan yang lain," terang Bahlil.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |