Pemerintah Kejar Pajak Orang Kaya, Miliarder: Kami Bukan Penjahat

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Amazon dan miliarder Jeff Bezos ikut berkomentar soal rencana aturan pajak yang diterapkan di Amerika Serikat (AS). Saat bersamaan, dia juga membela diri sebagai orang kaya bersama rekan-rekannya yang dikritik tajam oleh publik.

Dia mendukung adanya rencana kebijakan pajak yang diusulkan sejumlah orang dari partai Demokrat. Salah satunya adalah menghapus pajak penghasilan untuk separuh penduduk AS dengan pendapatan terendah.

"Seorang perawat di Queens dengan penghasilan US$75 ribu (Rp 1,3 miliar) per tahun membayar pajak lebih dari US$12 ribu (Rp 212 juta) per tahun. Apakah itu benar-benar masuk akal?" kata Bezos dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (22/5/2026).

Namun, Bezos yang memiliki kekayaan US$272,3 miliar (Rp 4.800 triliun) juga mengkritik mereka yang menuding orang kaya sebagai penjahat. Sebelumnya, Walikota New York City Zohran Mamdani mengecam miliarder CEO Citadel Ken Griffin saat meluncurkan pajak pied-a-terre terbaru.

Dia mengkritik kecaman itu. Para politisi dituding Bezos menggunakan teknik kuno untuk memilih penjahat dan menunjuk jari.

"Tidak tepat bagi walikota berdiri di depan rumah Ken Griffin dan seolah dia seorang penjahat. Ken Griffin bukan penjahat, dia tidak menyakiti siapapun, tidak menyakiti New York, bahkan sebaliknya," dia menjelaskan.

Perdebatan mengenai memotong pajak warga AS berpenghasilan rendah serta menaikkan tarif pajak bagi mereka yang berpenghasilan dinilai Bezos adalah sesuatu yang valid. Tapi dia tetap mengecam fitnah yang menyertai usulan aturan tersebut.

Bezos juga membantah kritikan dari banyak orang soal tidak membayar pajak yang cukup. Padahal menurutnya telah membayar pajak hingga miliaran dolar.

Menaikkan pajak bagi orang kaya, dia menilai tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada.

"Anda bisa menggandakan pajak yang saya bayarkan, dan tidak akan membantu guru di Queens. Saya jamin," tegas Bezos.

Bos Blue Origin juga membantah tegas tuduhan orang kaya melakukan strategi 'beli, pinjam, mati', merujuk pada pinjaman uang dengan jaminan aset besar dengan tujuan mengurangi beban pajak.

"Saya tidak tahu dari mana asalnya. Saya rutin menjual saham Amazon," ucapnya.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |