Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi demo yang masih berlanjut pada hari ini, Jumat (29/8/2025) membuat bursa saham Indonesia tertekan.
Hingga perdagangan sesi I Jumat (29/8/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 2,27% di level 7.771,28. Penurunan ini menjadi pelemahan IHSG paling tajam sepanjang Agustus 2025.
Sebanyak 662 saham anjlok hingga perdagangan sesi I hari ini, hanya 89 saham yang menguat dan 49 saham stagnan. Total transaksi hingga sesi I pun relatif sepi hanya terpantau Rp13,31 trilliun, berbeda dari hari-hari sebelumnya yang bisa menembus hingga Rp20 triliun.
Imbas demo hari ini akhirnya membuat IHSG ambruk usai menguat dua hari berturut ketika sedang terjadi demo pada hari sebelumnya.
Namun IHSG tak merah sendirian, beberapa bursa Asia lainnya juga terpantau melemah mulai dari Nikkei 225 Jepang, Nifty 50 India dan ASX 200 Australia.
Namun kejatuhan bursa Asia lainnya tak sedalam IHSG. Kondisi ini mencerminkan jika IHSG ikut terseret panasnya situasi akibat demo.
Ribuan buruh melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI, Jakarta pada Kamis siang. Aksi demo ribuan buruh berakhir ricuh dan baru mereda pada Kamis malam. Kabar duka embayangi ksi kemarin. PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memastikan bahwa pria berjaket ojek online (ojol) yang terlindas mobil rantis Brimob di Pejompongan sebagai mitra ojol Gojek. Affan Kurniawan tewas akibat peristiwa tersebut.
Hari ini Jumat (29/8/2025), sejumlah massa dari pengemudi ojek online (ojol) juga sempat bertahan di kawasan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat (Jakpus). Massa yang mengamuk sempat membakar pos polisi (pospol) di kolong flyover Senen.
Pos Polisi yang dibakar posisinya persis berada di bawah jalan layang Senen. Bangunannya juga dirsak massa yang meluapkan kemarahannya dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak kepolisian.
Titik-titik api dan asap hitam juga terlihat di sekitar jalan layan Senen. Pengendara motor dan mobil yang melintas juga ada yang berhenti sejenak melihat situasi terkini di kawasan Mako Brimob Kwitang yang ramai didatangi massa setelah peristiwa pengemudi ojol tewas terlindas.
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)