Operasi Patuh 2026 Hadirkan ETLE Drone Mobile Presisi, Makin Canggih!

5 hours ago 5

Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho terus melakukan lompatan besar dalam pemanfaatan teknologi di jalan raya. Dalam gelaran Operasi Patuh 2026 yang akan dimulai 8 Juni ini, akan diterjunkan inovasi terbaru berupa ETLE Drone Mobile Presisi yang jauh lebih canggih untuk mengawasi ketertiban lalu lintas.

Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan, teknologi penegakan hukum digital ini sengaja dihadirkan untuk meningkatkan kualitas penegakan hukum elektronik secara lebih akurat, transparan, dan profesional. Hal ini sesuai dengan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar Korlantas Polri terus menghadirkan inovasi teknologi demi keselamatan masyarakat.

Kamera ETLE Drone Mobile Presisi kini telah dibekali teknologi Automatic Number Plate Recognition (ANPR). Sistem canggih ini mampu melakukan identifikasi nomor registrasi kendaraan secara real-time, sekaligus mengenali kendaraan yang masuk dalam kategori pengecualian kebijakan ganjil genap, seperti kendaraan dinas pemerintah berpelat merah, angkutan umum berpelat kuning, dan kendaraan listrik.

"Kemampuan ini membuat proses penindakan semakin presisi karena sistem dapat melakukan penyaringan awal terhadap kendaraan yang memperoleh pengecualian sebelum data pelanggaran diteruskan ke petugas back office," ujar Irjen Agus kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Kakorlantas Polri Irjen Irjen Agus SuryonugrohoFoto: Inovasi baru ETLE Drone Mobile Presisi (dok. Korlantas Polri)

Dengan sistem penyaringan otomatis ini, potensi kesalahan penindakan atau salah tilang dapat ditekan hingga tingkat yang sangat minimal.

"Sistem dapat membedakan kendaraan yang berhak memperoleh pengecualian sehingga petugas dapat lebih fokus terhadap kendaraan yang benar-benar terindikasi melakukan pelanggaran. Dengan dukungan verifikasi berlapis, tingkat akurasi penindakan menjadi semakin tinggi dan profesional," jelasnya.

Operasi Patuh 2026 merupakan Operasi Mandiri Kewilayahan yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 8 hingga 21 Juni 2026 mendatang.

Mengusung tema 'Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum secara Elektronik dalam Mewujudkan Masyarakat Tertib Berlalu Lintas', Irjen Agus meminta jajaran Dirlantas hingga Kasat Lantas mengelola operasi ini secara serius layaknya pengamanan mudik Lebaran agar dampaknya nyata dirasakan masyarakat.

Sesuai dengan tema transformasi digital, Korlantas Polri menerapkan formula pembagian porsi penindakan yang terukur di lapangan, yaitu penegakan hukum berbasis elektronik (ETLE) 60 persen, penegakan hukum non-ETLE (manual) 30 persen serta teguran simpatik dan edukatif 10 persen.

Langkah penindakan manual sebesar 30 persen tetap dipertahankan guna mengakomodasi wilayah atau satuan wilayah (satwil) yang belum terjangkau oleh fasilitas kamera pengawas elektronik.

Kakorlantas Polri Irjen Irjen Agus SuryonugrohoFoto: Kakorlantas Polri Irjen Irjen Agus Suryonugroho (dok. Korlantas Polri)

Terkait dengan sasaran penindakan, Irjen Agus memaparkan bahwa petugas di lapangan maupun teknologi ETLE Drone akan memberikan perhatian khusus pada bentuk-bentuk pelanggaran kasat mata yang berpotensi langsung membahayakan keselamatan atau yang sengaja menghindari sistem elektronik.

"Fokus utamanya adalah pelanggaran yang tidak terdeteksi oleh perangkat ETLE, serta hal-hal yang membuat penegakan hukum dengan ETLE tidak berjalan dengan baik. Seperti kendaraan berkendara melawan arus, kendaraan tanpa pelat nomor, atau yang memodifikasi pelat nomornya," tegas Irjen Agus.

Selain fokus nasional tersebut, jenis pelanggaran prioritas lainnya akan disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (anev) angka kecelakaan setempat agar tepat sasaran.

Melalui perpaduan teknologi canggih ETLE Drone Mobile Presisi dan pendekatan yang humanis, Korlantas Polri berharap Operasi Patuh 2026 menjelang Hari Bhayangkara ini dapat menurunkan angka kecelakaan sekaligus menumbuhkan disiplin berkendara yang berakar dari hati masyarakat. (hri/dek)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |