Jakarta -
Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI, Anies Mayangsari Muninggar membuka secara resmi Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, hari ini.
LKBB-PB hasil kerja sama MPR RI, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah ini diikuti 10 sekolah menengah atas atau sederajat di Kalteng. Peserta LKBB-PB tingkat Provinsi Kalteng adalah SMAN 1 Pangkalan Bun, SMAN 3 Pangkalan Bun, SMKN 2 Sampit, SMAN 2 Sampit, SMAN 1 Kapuas, SMAN 4 Palangka Raya, SMAN 5 Pangkalan Raya, SMKN 4 Palangkaraya, SMKN 2 Palangka Raya, SMK Karsa Mulya Palangka Raya.
Dalam lomba ini peserta menunjukkan kemampuan, keterampilan, kekompakan, kedisiplinan, dan keserempakan dalam baris berbaris-pengibaran bendera dihadapan dewan juri yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, dan PPI. Juara pertama tingkat provinsi ini menjadi wakil Provinsi Kalteng dalam LKBB-PB tingkat nasional di Jakarta yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari Konstitusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika membuka LKBB-PB tingkat Provinsi Kalteng tahun 2026, Anies Mayangsari mengatakan bahwa ajang LKBB-PB bukan hanya sekadar kompetisi semata melainkan menjadi wahana pembentukan karakter generasi muda Kalimantan Tengah.
"Setiap langkah tegap, setiap komando yang tegas, dan setiap kibaran Merah Putih yang gagah mencerminkan semangat Isen Mulang - semboyan luhur masyarakat Dayak Ngaju yang berarti pantang menyerah dan maju terus," kata Anies dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Anies, semangat Isen Mulang ini selaras dengan nilai-nilai luhur Kalimantan Tengah, yaitu nilai gotong royong dan handep (saling membantu), nilai persatuan dan keragaman di antara suku Dayak, Melayu, Banjar dan para pendatang, serta nilai kearifan lokal dalam menjaga alam dan lingkungan.
"Nilai-nilai lokal ini semakin memperkuat dan dipertegas oleh Empat Pilar MPR RI (Pancasila sebagai ideologi negara; Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi; Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang final; dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu)," jelasnya.
Melalui baris-berbaris dan pengibaran bendera, lanjut Anies, para peserta sedang mempraktekkan langsung nilai-nilai disiplin (Pancasila), kesetiaan pada negara (UUD NRI 1945 dan NKRI), serta persatuan dan gotong royong dalam keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) yang selaras dengan semangat Isen Mulang dan tradisi handep masyarakat Kalimantan Tengah.
"Di wilayah Kalimantan, kegiatan-kegiatan seperti lomba baris-berbaris, festival budaya Isen Mulang, dan sosialisasi Empat Pilar menjadi instrumen yang sangat efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut pada generasi muda," tuturnya.
Karena itu, Anies menilai LKBB-PB ini menjadi relevan dan strategis.
"Melalui aktivitas yang penuh semangat, disiplin, dan kekompakan, kita tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menanamkan karakter kebangsaan yang berakar pada kearifan lokal Kalimantan Tengah. Melalui kegiatan yang menyenangkan ini, nilai-nilai kebangsaan dapat lebih mudah dihayati dan diamalkan oleh generasi muda," katanya.
Anies mengingatkan kepada peserta LKBB-PB bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal juara satu, dua, atau tiga melainkan tumbuhnya semangat yang kuat untuk menjadi agen pemersatu bangsa dan menjadi generasi yang tidak hanya pandai berbaris, tetapi juga pandai menjaga persatuan di tengah keberagaman Kalimantan Tengah dan Indonesia.
"Kemenangan sejati adalah ketika kalian membawa pulang semangat Isen Mulang, jiwa gotong royong, dan komitmen kuat terhadap Empat Pilar MPR RI. Jadilah generasi muda Kalimantan Tengah yang pantang menyerah menjaga persatuan bangsa, menjaga NKRI, dan membawa Bumi Tambun Bungai dan Bumi Pancasila ini semakin maju," tuturnya.
Sementara itu, Pjs Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalteng dr. Linae Victoria Aden dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur bidang pemerintahan, hukum, dan politik, Darliansjah menyampaikan apresiasi kepada MPR RI dan PPI yang telah menyelenggarakan LKBB-PB di Kalteng.
"Ada empat nilai penting yang perlu ditanamkan kepada anak-anakku sekalian. Pertama, attitude yaitu rasa hormat, kekompakan, dan kemampuan bekerja dalam satu tim. Kedua, mindset, yaitu semangat pantang menyerah, kemauan untuk belajar, dan untuk terus berkembang sebagai landasan dalam meraih prestasi," tuturnya.
"Ketiga, karakter, yaitu tanggung jawab, integritas, kepercayaan diri yang perlu dibangun sejak dini. Keempat, disiplin yaitu ketaatan terhadap aturan, ketepatan waktu, dan kesiapan dalam menjalankan tugas, sebagai kunci keberhasilan setiap kehidupan," imbuhnya.
Diharapkan dari empat nilai penting itu bisa menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme, sekaligus memperkuat pemahaman akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.
"Jadikan ajang ini sebagai kompetisi yang mendorong anak-anakku sekalian untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan serta menunjukkan kerja keras dan dedikasi," pungkasnya.
Pembukaan LKBB-PB tahun 2026 tingkat Provinsi Kalteng ini turut dihadiri Dansat Brimob Polda Kalteng mewakili Kapolda Kalteng, Kajasdam mewakili Kodam XXII/Tambun Bungai, Forkompinda Pemprov Kalteng, Kesbangpol, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Pimpinan dan pengurus PPI Kalteng, kepala sekolah, jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI dan para siswa peserta LKBB-PB.
(prf/ega)

















































