Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping saat pertemuan di Balai Besar Rakyat, Beijing, China, Rabu (20/5/2026). (Sputnik/Maxim Stulov/Pool via REUTERS)
Pertemuan Xi Jinping dan Vladimir Putin untuk membahas tiga poin utama yang salah satunya adalah Moskow diharapkan akan mendorong hubungan energi yang lebih kuat. (REUTERS/Maxim Shemetov/Pool)
Presiden Xi Jinping menyambut Presiden Vladimir Putin dengan pengawal kehormatan dan tembakan salvo di Balai Besar Rakyat, sementara anak-anak mengibarkan bendera China dan Rusia. Selain pembicaraan formal, keduanya diharapkan akan menutup hari itu dengan pertemuan intim sambil minum teh. (REUTERS/Maxim Shemetov/Pool)
Xi mengatakan kedua negara harus fokus pada strategi jangka panjang dan mempromosikan sistem tata kelola global yang "lebih adil dan masuk akal," menurut kantor berita China dikutip dari Reuters. (REUTERS/Maxim Shemetov/Pool)
“Alasan hubungan China-Rusia mencapai tingkat ini adalah karena kita mampu memperdalam saling percaya politik dan kerja sama strategis,” kata Xi di awal pertemuannya dengan Putin. Putin mengatakan hubungan mereka membantu memastikan stabilitas global dan menekankan bahwa Rusia tetap menjadi pemasok energi yang andal di tengah gejolak Timur Tengah. (REUTERS/Maxim Shemetov/Pool)


















































