Miris! Vinicius Junior jadi Korban Rasisme Benfica, Dipanggil 'Monyet'

3 hours ago 2
Situasi memanas dengan sangat cepat di Estadio da Luz selama leg pertama babak play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026). Vinicius berlari langsung ke arah wasit François Letexier, wajahnya tegang. Dia mengatakan bahwa dia baru saja menjadi sasaran hinaan rasis dari Prestianni, khususnya kata

Situasi memanas dalam leg pertama babak play-off Liga Champions antara tuan rumah Benfica dan Real Madrid di Estadio da Luz, Portugal, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Pemain Real Madrid Vinicius Junior berlari langsung ke arah wasit François Letexier dengan wajah tegang. Dia mengaku baru saja menjadi sasaran hinaan rasis dari pemain Benfica Gianluca Prestianni, khususnya kata "monyet". (REUTERS/Rodrigo Antunesz)

Situasi memanas dengan sangat cepat di Estadio da Luz selama leg pertama babak play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026). Vinicius berlari langsung ke arah wasit François Letexier, wajahnya tegang. Dia mengatakan bahwa dia baru saja menjadi sasaran hinaan rasis dari Prestianni, khususnya kata

Tidak ada perdebatan panjang. Letexier berbalik, menyilangkan tangannya membentuk huruf X, isyarat yang sudah dikenal dalam prosedur anti-rasisme. Permainan langsung dihentikan. Jam berhenti selama sekitar 10 menit, tetapi suasana di arena tidak mereda. (REUTERS/Rodrigo Antunesz)

Situasi memanas dengan sangat cepat di Estadio da Luz selama leg pertama babak play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026). Vinicius berlari langsung ke arah wasit François Letexier, wajahnya tegang. Dia mengatakan bahwa dia baru saja menjadi sasaran hinaan rasis dari Prestianni, khususnya kata

Ketegangan sudah mulai memanas. Vinicius baru saja mencetak gol dan merayakannya dengan provokatif di dekat bendera sudut lapangan. Dia menari, lalu menarik bajunya ke arah tribun penonton. Wasit Letexier memberinya kartu kuning. Keputusan itu hanya menambah bahan bakar ke dalam api. (REUTERS/Rodrigo Antunesz)

Situasi memanas dengan sangat cepat di Estadio da Luz selama leg pertama babak play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026). Vinicius berlari langsung ke arah wasit François Letexier, wajahnya tegang. Dia mengatakan bahwa dia baru saja menjadi sasaran hinaan rasis dari Prestianni, khususnya kata

Para pemain dari kedua tim saling bertukar katapanas. Otamendi bereaksi keras. Tepat ketika keadaan tampak tenang, Prestianni masuk ke lapangan. (REUTERS/Rodrigo Antunesz)

Situasi memanas dengan sangat cepat di Estadio da Luz selama leg pertama babak play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026). Vinicius berlari langsung ke arah wasit François Letexier, wajahnya tegang. Dia mengatakan bahwa dia baru saja menjadi sasaran hinaan rasis dari Prestianni, khususnya kata

Vinicius yakin dengan apa yang didengarnya. Dia tidak menunggu, dia tidak ragu-ragu. Reaksinya cukup kuat untuk menghentikan permainan. (REUTERS/Rodrigo Antunesz)

Situasi memanas dengan sangat cepat di Estadio da Luz selama leg pertama babak play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026). Vinicius berlari langsung ke arah wasit François Letexier, wajahnya tegang. Dia mengatakan bahwa dia baru saja menjadi sasaran hinaan rasis dari Prestianni, khususnya kata

Lapangan pun berubah menjadi lautan emosi. Pemain dan staf dari kedua tim berkumpul di sekitar insiden. Vinicius kemudian berjalan keluar lapangan dan duduk di bangku cadangan, terlihat enggan melanjutkan pertandingan. (REUTERS/Rodrigo Antunesz)

Situasi memanas dengan sangat cepat di Estadio da Luz selama leg pertama babak play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026). Vinicius berlari langsung ke arah wasit François Letexier, wajahnya tegang. Dia mengatakan bahwa dia baru saja menjadi sasaran hinaan rasis dari Prestianni, khususnya kata

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, diusir keluar lapangan pada menit-menit akhir pertandingan setelah melancarkan amarah di area pinggir lapangan. (REUTERS/Rodrigo Antunes)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |