Mengenal Jesse Jackson, Aktivis Hak Sipil Kulit Hitam AS yang Wafat

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Jesse Jackson, tokoh kawakan gerakan hak sipil Amerika Serikat, meninggal dunia pada usia 84 tahun. Jackson dikenal sebagai sosok perintis yang membawa isu-isu masyarakat kulit hitam dari pinggiran ke pusat politik Amerika melalui "Koalisi Pelangi" yang ia gagas.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh pihak keluarga Jackson melalui sebuah pernyataan resmi. Keluarga mengenang dedikasi almarhum yang sepanjang hidupnya fokus membela kaum yang terpinggirkan di seluruh dunia.

"Ayah kami adalah seorang pemimpin pelayan, tidak hanya bagi keluarga kami, tetapi juga bagi mereka yang tertindas, mereka yang tidak bersuara, dan mereka yang terabaikan di seluruh dunia. Kami membaginya dengan dunia, dan sebagai imbalannya, dunia menjadi bagian dari keluarga besar kami," tulis pernyataan keluarga Jackson dikutip The Guardian, Rabu (18/2/2026).

Keyakinannya yang tak tergoyahkan pada keadilan, kesetaraan, dan cinta kasih telah mengangkat jutaan orang, dan kami meminta Anda untuk menghormati ingatannya dengan melanjutkan perjuangan demi nilai-nilai yang ia jalani."

Meskipun penyebab pasti kematiannya tidak disebutkan, Jackson diketahui telah berjuang melawan penyakit progressive supranuclear palsy (PSP) selama lebih dari satu dekade. Sebelumnya, ia sempat didiagnosis menderita Parkinson dan beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi Covid-19 dalam beberapa tahun terakhir.

Profil Jesse Jackson

Lahir pada 8 Oktober 1941 di South Carolina, perjalanan politik Jackson ditempa oleh kerasnya sistem segregasi di wilayah Selatan AS. Pengalaman diskriminasi saat ia dilarang meminjam buku di perpustakaan khusus warga kulit putih pada tahun 1960 menjadi pemantik semangat aktivismenya, yang kemudian membawanya menjadi orang kepercayaan Dr. Martin Luther King Jr. dalam gerakan hak sipil tahun 1960-an.

Perjalanan kariernya dimulai sebagai organisator di Congress of Racial Equality (CORE) dan semakin mencuat saat ia bekerja langsung di bawah Martin Luther King Jr. dalam Southern Christian Leadership Conference (SCLC).

Jackson merupakan sosok yang berada di lokasi saat King terbunuh pada tahun 1968, dan setelah peristiwa tersebut, ia melanjutkan visi pembebasan masyarakat kulit hitam dengan mendirikan People United to Save Humanity (PUSH) pada tahun 1971 yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi.

Dalam kancah politik nasional, Jackson mencatatkan sejarah melalui dua kali pencalonan nominasi presiden dari Partai Demokrat pada tahun 1984 dan 1988. Pada kampanye pertamanya, ia berhasil meraih lebih dari 18% suara primer, sebuah pencapaian yang memaksa kandidat lain untuk memperhitungkan kekuatan suara pemilih kulit hitam.

Empat tahun kemudian, ia memperkuat dominasinya dengan memenangkan 11 pemilihan primer dan kaukus. Melalui wadah National Rainbow Coalition, ia secara konsisten mengadvokasi program sosial, hak pilih, serta kebijakan yang berpihak pada kaum miskin, meskipun pandangan politiknya yang progresif sempat memicu kekhawatiran di internal Partai Demokrat.

Di luar politik dalam negeri, Jackson dikenal luas sebagai negosiator kemanusiaan yang sukses membebaskan warga Amerika yang ditahan di berbagai belahan dunia.

Ia berhasil membawa pulang pilot Angkatan Laut AS dari Suriah pada 1984, ratusan wanita dan anak-anak dari Irak pada 1990, hingga tentara AS yang ditahan di Yugoslavia pada 1999. Atas jasa-jasa diplomatiknya tersebut, Presiden Bill Clinton menganugerahinya Presidential Medal of Freedom pada tahun 2000.

Meski kariernya penuh prestasi, Jackson tidak luput dari kontroversi, terutama terkait penggunaan kata ejekan rasis terhadap komunitas Yahudi dalam wawancara tahun 1984 yang kemudian ia akui dan sesali melalui permohonan maaf yang mendalam.

Dari sisi pendidikan, ia merupakan lulusan sosiologi dari North Carolina A&T State University dan sempat menempuh studi teologi. Dalam kehidupan pribadinya, Jackson menikah dengan Jacqueline Brown sejak tahun 1962 dan memiliki lima orang anak, termasuk mantan anggota DPR AS, Jesse Jackson Jr.

(tps/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |