Menperin Selidiki 2 Pabrik Otomotif Mau Cabut ke Vietnam, Ini Hasilnya

4 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah kabar yang menyebut dua perusahaan industri komponen otomotif di Jawa Timur telah merelokasi fasilitas produksinya ke Vietnam dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, penelusuran dilakukan setelah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan jajarannya mengecek langsung informasi yang beredar di publik terkait dugaan perpindahan investasi tersebut.

"Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Mempertimbangkan kehati-hatian dan sensifitas isu ini bagi industri dan investasi asing pada sektor industri otomotif Indonesia, maka pada hari ini kami menyampaikan temuan lapangannya pada publik," ujar Febri di Jakarta, Selasa (23/6).

Dari hasil penelusuran Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), dua perusahaan yang diduga menjadi objek pemberitaan adalah PT JAI yang berlokasi di Pasuruan dan PT SAI yang beroperasi di Mojokerto, Jawa Timur. Kedua perusahaan tersebut tercatat masih aktif melaporkan kegiatan industrinya melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Kemenperin juga mengonfirmasi langsung kepada pihak perusahaan terkait isu relokasi dan PHK yang beredar. Hasilnya, kedua perusahaan menyatakan fasilitas produksi mereka masih berjalan normal di Indonesia.

"Berdasarkan hasil penelusuran kebenaran informasi ini, kami dari Kementerian Perindustrian sementara menyimpulkan bahwa pertama belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT. JAI dan PT. SAI dari Indonesia ke Vietnam. Dan kedua tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada dua perusahaan industri tersebut," kata Febri.

Menurut Kemenperin, kabar yang berkembang justru menimbulkan keresahan di kalangan mitra usaha kedua perusahaan. Sejumlah pembeli maupun pemasok disebut mempertanyakan kebenaran informasi tersebut dan meminta kepastian mengenai kelanjutan kontrak bisnis mereka.

"Pemberitaan masif terhadap relokasi dan PHK pada dua industri di Jatim ini telah berdampak terhadap rantai pasok industri otomotif dan iklim investasi manufaktur Indonesia terutama pada dua perusahaan industri komponen otomotif ini," ujar Febri.

Kedua perusahaan tersebut diketahui memiliki total investasi lebih dari Rp1,9 triliun. Seluruh produk yang dihasilkan juga ditujukan untuk pasar ekspor sehingga menjadi bagian dari rantai pasok global industri otomotif.

Sepanjang triwulan I-2026, PT SAI memproduksi sekitar 1,2 juta unit komponen, sementara PT JAI menghasilkan sekitar 1,6 juta unit komponen. Kinerja tersebut menunjukkan aktivitas produksi masih berlangsung dan tetap menopang ekspor manufaktur nasional.

Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenperin untuk meningkatkan pemantauan terhadap kondisi industri di berbagai daerah, termasuk menindaklanjuti informasi mengenai penutupan pabrik maupun PHK.

"Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan jajarannya untuk terus memonitor kinerja seluruh industri dan melakukan langkah mitigasi cepat dan terukur terhadap industri yang mengalami gangguan pada rantai pasok dan permintaan," kata Febri.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |