Menag Khotbah Terawih di Istiqlal: Tonjolkan Sifat Lembut dan Mengasuh

6 hours ago 6

Jakarta -

Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menjadi penceramah dalam ibadah tarawih perdana Ramadan 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Dalam ceramahnya, dia mengambil tajuk 'Ramadan Hijau, Ramadan Bersama'.

Nasaruddin mengatakan, hijau sebagai simbolik daripada kesejukan. Hijau juga sering diartikan sebagai kelembutan dan mengasuh.

"Kalau hijau itu simbol daripada nurturing. Nurturing itu kelembutan, kesejukan, keheningan, kepasrahan, kerinduan, putih, bersih, indah, elok, itu 'al-khadara' namanya. Itu hijau. Tapi kalau struggling, merah, struggling. Merah artinya berani, jantan, maskulin," kata Nasaruddin dalam khotbah di Masjid Istiqlal, Rabu (18/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menerangkan, agama Islam sesungguhnya, dambakan semua agama, mengajak umatnya itu untuk menjadi hijau. Katanya, hijau menonjol dengan 'jamaliyah' dan sifat Allah memiliki dimensi yang disebut 'Rububiyah' atau memelihara.

"Tapi Allah juga memiliki dimensi 'rububiyah', 'rabbun'. Rabbun itu memelihara, mengasuh, seakar kata dengan fakultas tarbiyah. Tarbiyah itu kan mendidik, mengasuh, mengayomi, meninabobokan, dan seterusnya. Jadi rububiyah-nya Allah yang paling menonjol dalam Al-Qur'an," imbuh dia.

Dia menerangkan, sifat Allah lebih banyak disebutkan sebagai Maha-Lembut. Sehingga dia mengajak untuk menonjolkan simbol hijau dalam diri manusia.

"Bagaimana perlakuan dan sikap kepribadian Allah yang dilukiskan dalam Al-Qur'an lebih menonjolkan dirinya sebagai hijau daripada merah," ucapnya.

"Lebih menonjolkan dirinya sebagai sosok figur yang Maha Lembut, Mahapengasih, Mahapenyayang. Tidak menampakkan dan menonjolkan dirinya sebagai Maha-Pendendam, Al-Muntaqim. Tidak menonjolkan dirinya sebagai Maha-Angkuh, Al-Mutakabbir," imbuh dia.

(tsy/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |