KLH Ambil Sampel Air Sungai Tercemar Pestisida di Tangsel, Karbon Aktif Ditebar

2 hours ago 2
Jakarta -

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil sampel air dari aliran Sungai Cisadane yang tercemar pestisida usai kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan. Sampel air tersebut akan diteliti laboratorium.

"KLH kan sudah mengambil sampel beberapa kali," kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono saat dihubungi, Minggu (15/2/2026).

Sampel air tersebut sudah dikirim ke Pusat Sarana Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusarpedal) KLH untuk dites. Pengambilan sampel akan dilakukan lagi dari hulu ke sungai untuk diteliti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rencananya tanggal 15 Februari (Minggu), kita akan ambil sampel lagi di sungai Jeletreng, Cisadane, dan di bagian hilir, sampai ke Teluknaga, untuk melihat intensitas pencemaran," tuturnya.

Terpisah, Kadiskominfo Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin mengatakan pihaknya bersama instansi terkait juga menabur karbon aktif ke aliran sungai Jaletreng. Hal ini untuk mengikat sisa residu kimia untuk mencegah partikel berbahaya terbawa arus.

"Pemerintah Kota bersama instansi terkait telah melakukan penaburan karbon aktif di aliran Sungai Jaletreng sebagai langkah darurat. Hal tersebut bertujuan untuk mengikat sisa residu kimia, mempercepat proses stabilisasi kontamintan di air, dan sebagai langkah pencegahan agar partikel berbahaya tidak terbawa lebih jauh oleh aliran air atau hujan," jelasnya.

Asep juga mengimbau masyarakat untuk tidak memancing dan mengonsumsi ikan dari aliran sungai untuk mencegah keracunan. Saat ini pihaknya masih melakukan berbagai langkah pemulihan.

"Bagi warga yang merasa tidak nyaman atau memiliki keluhan, layanan pemeriksaan tersedia di puskesmas dan posko kesehatan. Data lingkungan dan kesehatan terus kami kumpulkan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan mengenai langkah selanjutnya," tuturnya.

Sebelumnya, pabrik pestisida yang berada di Kecamatan Setu, Kota Tangsel, tersebut terbakar pada Senin (9/2) lalu. Petugas bahkan harus menggunakan 2 truk pasir untuk memadamkan api yang bersumber dari bahan kimia tersebut. Api baru padam setelah 7 jam penanganan.

KLH Bakal Ajukan Gugatan

Kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama berbuntut panjang setelah cairan pestisida mengalir ke Sungai Jeletreng, anak sungai Cisadane, di Tangerang Selatan. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Faisol Hanif Nurofiq akan menggugat gudang tersebut karena pestisida yang mencemari sungai.

"Kemudian dari sisi perdatanya kita akan ambil sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 87 dan 90 Undang-Undang (Nomor) 32 (Tahun) 2009. Ini mungkin akan panjang ceritanya karena air ini mengalir mulai Sungai Jaletreng ini sampai ketemu Sungai Cisadane sekitar 9 kilometer," ujar Faisol Hanif Nurofiq di Setu, Tangsel, Jumat (13/2/2026).

Hanif menjelaskan pencemaran kini sudah mencapai kawasan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Dia mengambil dasar polluter pays principle untuk menggugat pihak pencemar.

"Kemudian Cisadane sampai ke Teluknaga mungkin puluhan kilometer yang terpapar dari kondisi ini. Ya sebagaimana layaknya polluter pays, maka semua pencemar wajib melakukan penanganan, bertanggung jawab mulai dari kerugian lingkungan dan upaya pemulihan yang harus dilakukan," katanya.

Hanif menegaskan pihak pengelola kawasan gudang dan penyewa gudang akan menjadi pihak yang tergugat.

"Kedua-duanya (pihak pengelola dan penyewa gudang), kedua-duanya," ujarnya.

(wnv/idh)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |