Kisah Kopi Keliling Aipda Sugeng, Dekatkan Polri dengan Masyarakat

4 hours ago 4

Surabaya -

Ada pemandangan unik di kawasan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur. Seorang anggota polisi tampak asyik meracik kopi di atas sepeda sambil berbincang hangat dengan warga. Sosok tersebut adalah Aipda Muhammad Sugeng Bin Wahhab, atau yang akrab disapa Cak Bhabin.

Aipda Sugeng melakukan pendekatan ke masyarakat lewat inovasi KOBIN alias Kopi Cak Bhabin, sebuah inovasi pendekatan humanis yang digagas oleh Aipda Sugeng untuk mendobrak kekakuan antara aparat dan masyarakat.

Metode yang diusung adalah "kopi keliling", di mana polisi hadir di tengah pemukiman bukan untuk melakukan razia, melainkan untuk mengajak masyakakat ngopi bareng secara santai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Metode pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan ruang dialog yang setara. Melalui segelas kopi gratis, Aipda Sugeng mampu menyerap aspirasi, menerima keluhan warga, serta menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan cara yang lebih informal dan efektif. Inovasi ini menjadi bagian dari strategi Ditbinmas Polda Jatim untuk mempererat hubungan polisi dan warga guna mewujudkan situasi yang kondusif.

Lebih dari sekadar membagikan kopi, KOBIN berfungsi sebagai wadah untuk menyelesaikan berbagai masalah warga secara kekeluargaan. Dengan suasana yang cair, warga tidak lagi merasa sungkan untuk melaporkan potensi kejahatan atau konflik internal di lingkungan mereka.

Efektivitas program KOBIN ini juga sampai ke telinga para wakil rakyat di Senayan. Dalam kunjungan kerja ke Wisata Kampung Batik Tulis Okra, Kranggan, Surabaya, pada 10 Februari 2026 lalu, jajaran Komisi VII DPR RI dipimpin Rahayu Saraswati Djojohadikusumo memberikan apresiasi terhadap program kreatif ini.

"Mohon izin sedikit menjelaskan tentang KOBIN. KOBIN adalah salah satu sarana kami, Kopi Cak Bhabin, kita berkeliling kampung sebagai petugas khusus atau petugas pokok Bhabin Kamtibmas adalah sambang ke warga. Maka dari itu saat kita melakukan sambang ke warga kita dengan datang membawa gerobak KOBIN," kata Aipda Sugeng ke jajaran perwakilan Komisi VII DPR RI.

Anggota Komisi VII DPR, Yoyok Riyo Sudibyo, lantas bertanya kepada Aipda Sugeng apakah kopi tersebut diberikan gratis kepada masyarakat. Aipda Sugeng menyebut warga tak perlu membayar sepeser pun dengan tujuan Polri lebih dekat dan menjangkau semua kalangan.

"Gratis," ujar Aipda Sugeng.

"Luar biasa," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati di lokasi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau program KOBIN.Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau program KOBIN. Foto: Istimewa

Program Kopi Cak Bhabin ini juga ditampilkan ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat pameran Korbimas Baharkam Polri. KOBIN disebut terinsipirasi dari budaya masyarakat Indonesia yang gemar mengkonsumsi kopi.

Tampak Jenderal Sigit meninjau peralatan yang digunakan oleh Bhabin saat menjangkau masyarakat. Terlihat Jenderal Sigit tersenyum dan menyalami Aipda Sugeng usai dijelaskan latar belakang dari program KOBIN tersebut.

"Terinspirasi dari kebiasaan atau budaya masyarakat Indonesia yang gemar sekali ngopi dari Polda Jawa Timur menginisiasi program Ngopi Bareng Cak Bhabin. Kopi dijadikan sarana oleh para Bhabin untuk mencairkan suasana. Dibuat sendiri oleh para Bhabin, mereka berkeliling ke desa-desa kemudian mengumpulkan para masyarakat," ujar moderator dalam acara.

Tonton juga video "Profesi Langka: Bukan Starling, tapi Penggiling Kopi Keliling"

(dwr/hri)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |