Andre Rosiade Perjuangkan Jalan Nagari Garabak Data Sumbar, Target Aspal 2027

2 hours ago 1

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan komitmen memperjuangkan pembangunan jalan menuju Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Kunjungan itu sekaligus menjadi momen penting bagi masyarakat daerah terpencil tersebut yang selama puluhan tahun belum pernah menikmati jalan beraspal.

Andre datang bersama jajaran terkait, di antaranya pihak Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Telkomsel, anggota DPRD Kabupaten Solok, serta tokoh masyarakat, Selasa (17/2/2026). Selain meresmikan BTS Telkomsel di Garabak Data, Andre menjawab langsung aspirasi warga yang selama ini menginginkan akses jalan yang layak.

Andre menyebut pembangunan jalan Garabak Data akan menjadi prioritas yang diperjuangkan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Andre menegaskan dirinya telah membawa pihak BPJN Sumbar untuk meninjau langsung kondisi jalan dan meminta segera dilakukan koordinasi teknis dengan Pemkab Solok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andre berharap, jika proses administrasi dan anggaran berjalan lancar, pengaspalan jalan Garabak Data bisa mulai dikerjakan paling lambat tahun 2027. Dia menekankan bahwa pembangunan daerah terpencil harus menjadi perhatian bersama, karena akses jalan menentukan kemajuan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan terima kasih atas perhatian Andre terhadap Kabupaten Solok, khususnya Nagari Garabak Data yang selama ini terisolasi. Jon Pandu mengatakan kehadiran Andre bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi membawa harapan nyata bagi masyarakat.

Jon Pandu menyebut Pemkab Solok siap berkolaborasi penuh dengan pemerintah pusat dan pihak terkait agar pembangunan jalan bisa segera terealisasi. Menurutnya, Garabak Data merupakan salah satu nagari dengan akses paling sulit di Kabupaten Solok, sehingga pembangunan jalan akan membuka keterisolasian wilayah tersebut.

Wali Nagari Garabak Data Pardinal juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Andre dan Jon Firman Pandu. Ia mengatakan masyarakat Garabak Data telah lama menantikan jalan beraspal, karena sejak Indonesia merdeka, akses ke nagari mereka belum pernah diperbaiki secara permanen.

"Kalau ke Garabak Data ini, kami memacu adrenalin. Jalan licin, rusak, dan sulit dilalui. Kami sangat berharap Pak Andre dan Pak Bupati benar-benar memperjuangkan pengaspalan jalan ini. Dengan jalan bagus, ekonomi masyarakat akan bergerak, anak-anak mudah sekolah, dan layanan kesehatan lebih cepat," kata Pardinal.

Dia menambahkan, Garabak Data terdiri dari tiga jorong yang terpencar, Jorong Garabak, Jorong Data termasuk Jorong Lubuk Tareh yang sangat terpencil dan harus melewati beberapa lokasi rawan untuk mencapainya. Karena itu, pembangunan jalan dinilai sangat mendesak untuk membuka keterisolasian wilayah.

Selain jalan, Pardinal juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan air bersih dan sanitasi, karena sebagian warga masih menggunakan air sungai dan belum memiliki fasilitas jamban yang layak. Ia berharap perhatian pemerintah pusat dan daerah juga dapat menyentuh kebutuhan dasar tersebut.

Kepala Satker BPJN Sumbar Masudi menjelaskan panjang jalan yang belum diaspal menuju Garabak Data diperkirakan sekitar 12 kilometer, terdiri dari 5 kilometer dari arah Alahan Panjang dan 7 kilometer mendekati nagari. Dengan kondisi dasar jalan yang sudah ada, kata dia, pekerjaan tidak terlalu sulit.

Masudi menyebut estimasi anggaran pembangunan jalan tersebut sekitar Rp 70 miliar. Menurutnya, proyek bisa segera dijalankan jika sudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat. Masudi menyatakan pihak BPJN siap menindaklanjuti arahan dan koordinasi lanjutan.

Masyarakat Garabak Data menyambut hangat komitmen tersebut. Selama ini, setiap Pemilu dan Pilkada, janji pengaspalan jalan selalu disampaikan, tetapi belum pernah terwujud. Karena itu, kehadiran Andre dan rombongan yang membawa langsung pejabat teknis dinilai memberi harapan baru.

Andre menegaskan dirinya tidak ingin banyak berjanji, tetapi memastikan kerja nyata. Ia menyatakan akan terus mengawal proses hingga pembangunan jalan benar-benar terealisasi. Ia bahkan menyampaikan tidak ingin kembali ke Garabak Data sebelum melihat jalan nagari itu mulai dibangun.

Menurut Andre, pembangunan BTS Telkomsel dan jalan Garabak Data merupakan langkah awal membuka keterisolasian nagari. Andre berharap setelah akses komunikasi dan transportasi membaik, Garabak Data dapat berkembang dan masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara langsung.

Dengan komitmen bersama pemerintah pusat, Pemkab Solok, dan dukungan masyarakat, pembangunan jalan Garabak Data diharapkan segera terwujud sehingga nagari yang selama ini terisolasi bisa menikmati akses jalan layak untuk pertama kalinya.

(lir/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |