Jakarta - AKP Samson Hasonangan Sitorus diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026 karena integritas yang ditanamkan sebagai anggota Polri. Kanit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Riau itu dikenal sebagai sosok yang sederhana dan menolak intervensi dalam penanganan perkara.
AKP Samson diusulkan oleh warga Pekanbaru Aprilia Gultom. Berikut testimoni yang disampaikan Aprilia dalam usulannya:
Saya menominasikan AKP Samson H Sitorus (Kanit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Riau). Mengabdi dari bintara sejak 1998, rekam jejaknya amat panjang mulai dari Polres Solok Kota, Polsek Solok Kota, Polsek Paninggahan, Polsek Singkarak, Polresta Padang, Polsek Padang Utara dan sekarang di Polda Riau. Meski reserse kehidupannya jauh dari kemewahan.
Hidupnya sangat sederhana, kendaraannya pun hanya Escudo tua. Beliau polisi lurus dan tak kompromi pada yang salah. Saking jujurnya, saat seangkatannya sudah menjadi Kapolsek, ia masih setia mengabdi sebagai penyidik.
Ketegasannya baru saja diuji oleh fitnah tersangka karena tegakkan SOP dan ia terbukti bersih. Pak Samson adalah teladan nyata integritas dan kesederhanaan Polri.
detikcom kemudian mendalami usulan itu kepada Aprilia. Aprilia mengenal AKP Samson pada 2021, saat menemani keluarganya membuat laporan polisi di Polda Riau.
"Saya pernah beberapa kali berurusan dengan beliau, ada beberapa yang melibatkan beliau, saya lihat langsung melihat beliau. Kebetulan ada juga satu perkara keluarga saya di mana saya melihat juga bagaimana integritas beliau," kata Aprilia kepada detikcom, Selasa (17/3/2026).
Aprilia berprofesi sebagai seorang pengajar. Dia juga memiliki banyak kerabat polisi.
"Saya dibesarkan di lingkungan keluarga penegak hukum, dan advokat, tapi saya sendiri bukan itu. Jadi saya ikut berkecimpung melihat bagaimana satu perkara, yang melibatkan keluarga saya," ujar dia.
Aprilia menyebut AKP Samson adalah sosok yang jujur. Dia mendengar langsung dari anggota polisi yang bekerja dengan dengan AKP Samson.
"Saya melihat baru beliau ini yang saya salut. Kalau saya dengar-dengar cerita dari anggota beliau benar-benar saya angkat jempol buat beliau, kenapa nggak di-notice ya? Kenapa nggak diperhatikan? Karena beliau memang nggak mau menjadi sorotan, benar-benar di belakang layar," kata dia.
Menurut Aprilia, AKP Samson tidak bisa diintervensi dalam menangani kasus. Dia disebut menolak tawaran dari berbagai pihak.
"Ada beberapa kasus yang saya ikutin, yang mulai dari beliau ditekan, diintervensi, ditawarkan sejumlah uang, itu saya lihat langsung bagaimana beliau menolak," ujar Aprilia.
Aprilia berdomisili di Pekanbaru. Dia beberapa kali menemani keluarga dan kerabat yang sedang membuat laporan polisi ke Polda Riau.
"Di situ saya mulai mengetahui bagaimana sosok Bapak ini bekerja, yang saya lihat tegak lurus, nggak neko-neko," kata dia.
Lebih lanjut, Aprilia menilai AKP Samson bukanlah sosok yang mencari-cari jabatan. Menurutnya, AKP Samson siap ditugaskan di mana saja.
"Dia kan sudah AKP, sedangkan seangkatan dia semua sudah pernah merasakan jadi Kapolsek, minimal Kasat, kalau saya nggak salah, tapi beliau sendiri di situ belum pernah menduduki jabatan itu," tutur dia.
Sosok yang Sederhana
Aprilia melihat AKP Samson adalah sosok polisi yang sederhana. Menurutnya, AKP Samson hanya menggunakan mobil lama miliknya.
"Beliau ini sudah pangkat kanit tapi mobilnya mobil jaman dulu, Escudo yang udah tua itu. Hanya itulah kendaraan dia satu-satunya," sebutnya.
Aprilia cukup mengenal baik AKP Samson. Dia juga sering berbagi cerita dengan kerabat AKP Samson.
"Kalau saya nggak salah mereka ini 8 bersaudara, ada keluarga dia yang saya kenal baik, dia anak ke-7. Istilahnya dia dari keluarga tidak mampu. Waktu dia mau SMA ada abangnya yang duluan merantau ke Sumbar," ucap Aprilia.
"Dia ikut abangnya ke Sumbar, abangnya jadi tentara. Begitu tamat SMA dia nyoba ABRI tapi beberapa kali nggak lolos, terus dia nyoba di bintara ini, dulu kan masih ABRI namanya. Makanya dia di Sumbar pertama kali berkarir," lanjutnya.
Aprilia menilai AKP Samson ramah kepada warga yang sedang melapor. Menurutnya, AKP Samson tidak arogan dan menyelesaikan kasus berdasarkan perspektif korban.
"Saya perhatikan kok beda, karena saya sering menemani keluarga ada di polisi, beliau beda sendiri penanganan. Kalau kita ni, kalau pernah ke kantor polisi, mohon maaf, agak sedikit arogan, oh kanit nih, nggak sembarangan kasih nomor handphone, kalau beliau nggak 'ini nomor HP saya, kalau ada apa-apa ke saya'," jelasnya.
Menurut Aprilia, AKP Samson menekankan kepada anggotanya agar tidak takut dengan intervensi.
"Dia itu kayak nggak mau anggotanya kenapa-kenapa juga. Makanya dia suka bilang ke anggotanya, 'kalau ada yang nekan kalian suruh hubungin saya, suruh hubungi Pak Kanit'," kata dia.
Kesaksian Pelapor soal Penanganan Kasus
Warga yang pernah melaporkan kasusnya ke Polda Riau inisial P juga memberikan kesaksian mengenai AKP Samson. P melaporkan mantan suaminya atas kasus dugaan penelantaran keluarga pada Juni 2025.
"Di situ kanitnya Pak Sitorus, Pak Samson. Mungkin masalah ini agak sepele ya, tapi dalam kasus saya ini terbilang rumit karena terlapor ini banyak membuat action yang memakan waktu, menguras tenaga penyidik," kata P kepada detikcom.
P mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari AKP Samson. Dia menyebut pihak terlapor sempat berupaya untuk mengintervensi kasus.
P mengatakan AKP Samson sempat dilaporkan ke Propam Polda dalam penanganan kasus ini. Dia menyebut Propam menyatakan AKP Samson tidak melakukan pelanggaran apa pun dalam penanganan perkara.
"Dia merasa didiskriminasi katanya, sampai penyidik itu, kanit dilaporkan ke Propam, akhirnya tidak terbukti bahwa Pak Sitorus melakukan pelanggaran," ucap dia.
"Saya lihat Pak Sitorus juga berintegritas ya, dia sesuai SOP bekerja, dia tidak mau gimana ya... kalau jaman sekarang bisa muluslah. Kalau saya lihat beliau apa adanya, dan selalu menyampaikan ke sana apa pun yang dihadapi di lapangan," lanjutnya.
P menyebut kasus yang dia laporkan saat ini masih berproses. Menurutnya, AKP Samson sosok yang objektif dalam menangani perkara.
"Dia objektif aja, dia banyak cerita ke saya, banyak kasus lain yang lebih rumit dari ini, bahkan dia ditawarkan sekian, sekian duitnya, dia tidak gentar, 'apalagi terlapor ini mau memberikan saya segelintir, saya sesuai SOP' katanya gitu," ujar P.
P mengatakan AKP Samson sosok yang selalu menjaga kejujuran. Dia juga melihat AKP Samson berpenampilan sederhana.
"Selama ini saya berkomunikasi dengan beliau, apa adanya, jujur. Kebetulan saya juga orang hukum, jadi apa yang citra orang ke polisi, ketika saya berjumpa di Subdit 4 dan Kanitnya itu Pak Torus, saya seperti tidak peduli lagi dengan omongan seperti itu, karena saya menemukan itu di Polda Riau, Subdit 4, Unit 2," ucap dia.
Tanamkan soal Pelayanan Masyarakat
AKP Samson menekankan bahwa menjadi anggota Polri artinya harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, dia juga ingin memberikan kepastian hukum kepada warga.
"Kita kan, pertama, mau memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Kedua memberikan kepastian hukum atau keadilan kepada pihak yang dirugikan sesuai dengan fakta, itu kata kuncinya," kata AKP Samson kepada detikcom.
Samson selalu menekankan kepada anggotanya agar bekerja sesuai fakta dalam penanganan perkara. Dia juga memiliki cara tersendiri untuk menolak intervensi.
"Saya tekankan kalau tekanan atau intervensi arahkan ke saya, kasih nomor saya. Karena kalau anggota ada intervensi dari pangkat tinggi, dari orang yang berpengaruh kan sering takut, gimanalah untuk cari fakta yang sebenarnya," ucap dia.
"Sehingga tidak muncul penyimpangan di sana, pembelokan fakta ya mendingan ke saya arahkan, yang ingin intervensi atau ingin mempengaruhi penanganan perkara ini, saya tekankan saya yang tanggung jawab terhadap hal demikian, yang penting rekan-rekan di unit itu harus bekerja sesuai dengan fakta, luruskan semuanya dulu, kalau ada tekanan segala macam saya yang akan hadapi," lanjutnya.
Dalam menangani perkara, AKP Samson mengaku tak jarang ada pihak yang ingin melakukan intervensi. Namun dia berupaya agar kasus diusut sesuai dengan fakta.
"Setiap penanganan upaya pasti ada intervensi, ada kepentingan semua orang di situ. Tergantung kasusnya, kalau kerugian yang dilaporkan besar, makin besar juga pengaruh atau orang yang mempengaruhi terhadap penanganan perkara itu," ucap dia.
Namun AKP Samson berupaya tidak goyah dengan pihak yang ingin mengganggu pengusutan perkara. Dia akan tetap memproses kasus jika ditemukan unsur pidana.
"Saya tekankan itu tidak akan berubah, tidak akan goyah terhadap tekanan-tekanan dan tetap sesuai dengan fakta, faktanya ada perbuatan pidana tetap kita lanjutkan, kita proses. Ketika itu tidak ada ditemukan perbuatan pidana ya dengan sistemnya kita hentikan dengan mekanisme yang ada," jelasnya.
"Jadi saya selalu menekankan kepada anggota, kalau ada tekanan intervensi dari siapapun arahkan ke saya, kasih nomor saya. Rekan-rekan tidak bisa memberikan suatu keputusan, saya yang bisa menjawab, meng-counter, memberikan penjelasan terhadap orang yang mengintervensi," lanjutnya.
AKP Samson sudah berdinas sejak tahun 1998. Dia sebelumnya lama mengabdi di Sumatera Barat sebelum pindah tugas ke Riau.
"Sejak pertama tahun '98 saya sudah di reserse di Solok Kota sampai tahun 2013, akhir tahun saya pindah ke Polresta Padang, saya jadi Kasubdit di narkoba. Tahun 2014 saya lulus perwira, balik lagi ke Kota Padang saya menjabat bagian hukum di Polresta Padang. Kemudian Kanit Reskrim di Padang Utara," ucap dia.
Sepanjang menjadi anggota Polri, AKP Samson mengaku tidak pernah meminta jabatan. Dia siap jika ditempatkan di mana saja.
"Saya prinsip bukan kita yang meminta, biarlah orang yang menilai kita layak dan tidak patutnya terhadap jabatan itu. Saya nggak pernah meminta, tapi kalau diberikan amanah bagi saya," ucap dia.
AKP Samson juga menekankan hidup yang sederhana. Dia memilih untuk memakai mobil yang dia beli saat masih berdinas di Polresta Solok.
"Mobil tua gitu, itu pun masih pelat BA, dari Solok mutasi ke Padang, maklum lah perlu biaya untuk mutasi BM, masih bertahan pelat BA-nya," pungkasnya. (lir/knv)


















































