Kenalan dengan Suweg, Tanaman Mirip Bunga Bangkai yang Bisa Dimakan

9 hours ago 1
Kota Bekasi -

Tanaman yang menyerupai bunga bangkai tumbuh di pekarangan rumah warga di Kranji, Kota Bekasi. Bentuknya yang mencolok membuat warga penasaran untuk melihat.

Pantauan detikcom di Jalan Lapangan Bola, Kranji, Kota Bekasi, Sabtu (18/7/2026), tanaman menyerupai bunga bangkai itu tampak tumbuh di sebuah pekarangan kontrakan warga. Tanaman itu tumbuh berdekatan dengan tanaman lainnya.

Sekilas, bentuknya memang mirip bunga bangkai. Tanaman itu memiliki kelopak berukuran besar dengan batang bunga yang menjulang di bagian tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, tanaman tersebut tidak mengeluarkan bau busuk seperti bunga bangkai. Ukurannya pun tidak terlalu tinggi.

Pemilik tanaman, Warsini, mengatakan tanaman itu sebenarnya adalah pohon suweg. Bibitnya dibawa suaminya, Juari, dari kampung halamannya di Pacitan, Jawa Timur, lalu ditanam di pekarangan rumah.

Yuk, kenalan dengan tanaman suweg.

Apa itu Tanaman Suweg?

Berdasarkan informasi dari BRMP Tanaman Aneka Umbi (UPT Badan Perakitan & Modernisasi Pertanian, Kementan RI), Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) adalah tanaman dengan batang belang-belang unik dan daun menjari. Di bawah tanah, ia menyimpan umbi besar berkulit kasar dengan daging kuning keputihan yang bisa dimakan.

Yang paling ikonik ada pada bunganya. Saat daunnya layu, umbi suweg sering memunculkan bunga eksotis yang unik berupa kelopak lebar meruncing berwarna merah marun keunguan, dengan bagian tengah (tongkol) menonjol berwarna kuning pucat.

Tanaman suweg masih satu keluarga dengan Bunga Bangkai (Amorphophallus). Saat mekar, ia mengeluarkan aroma kurang sedap untuk memancing serangga penyerbuk. Suweg sering dikira Rafflesia.

Tanaman mirip bunga bangkai tumbuh di pekarangan rumah warga di Kranji, Bekasi.Suweg, tanaman mirip bunga bangkai yang tumbuh di pekarangan rumah warga di Kranji, Bekasi. (Foto: Kurniawan/detikcom)

Bisa Dimakan

Tidak hanya aman dan enak dimakan, di balik bunganya yang eksotis dan kulit umbinya yang kasar, Suweg ternyata menyimpan nutrisi juara sehingga pantas disebut superfood lokal. Ini kandungannya.

  • Indeks Glikemik Rendah (sekitar 50): Artinya, karbohidrat dalam Suweg dicerna lambat oleh tubuh. Jadi, tidak membuat gula darah cepat melonjak drastis setelah makan.
  • Kaya Serat Glukomanan: Kandungan serat ini bikin perut kenyang lebih lama. Cocok untuk yang sedang mejaga asupan atau sekadar ingin menjaga kesehatan pencernaan.

Suweg Bisa Bikin Gatal

Walaupun statusnya superfood dan ramah diabetes, suweg mentah menyimpan tantangan, yaitu mengandung kristal kalsium oksalat yang bisa bikin kulit dan mulut gatal. Namun, ada solusinya.

Kuncinya ada di pencucian dan perendaman. Iris tipis umbi suweg, lalu rendam di dalam air garam sebelum direbus atau dikeringkan. Dijamin, rasa gatalnya hilang total dan umbi siap jadi makanan lezat.

Zaman dulu, suweg biasanya cuma direbus untuk teman minum kopi atau teh di pagi hari. Sekarang, suweg yang sudah dikeringkan bisa digiling menjadi tepung. Karena pada dasarnya gluten-free (bebas gluten), tepung suweg ini sangat bagus dan aman untuk diolah menjadi brownies, aneka kue kering (cookies), sampai dicampur ke adonan mi.

(kny/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |