Jakarta, CNBC Indonesia — PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) mengalami penurunan profitabilitas yang tajam pada semester I-2026. Perseroan membukukan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp6,44 miliar, berbalik dari laba Rp627,56 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Merosotnya kinerja tersebut terjadi seiring penurunan pendapatan dan lonjakan beban lain-lain. Pendapatan KIJA turun 10,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp2,44 triliun dari Rp2,73 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, laba bruto ikut terkoreksi 24,7% menjadi Rp840,47 miliar dari sebelumnya Rp1,12 triliun.
Tekanan terbesar berasal dari pos beban lain-lain yang melonjak drastis menjadi Rp354,40 miliar, dibandingkan hanya Rp4,03 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Akibatnya, laba sebelum pajak anjlok hampir 94% menjadi Rp40,93 miliar dari Rp679,46 miliar.
Di sisi lain, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp177,88 miliar. Padahal, pada semester I-2025 perseroan masih membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp310,65 miliar. Alhasil, rugi per saham dasar tercatat sebesar Rp8,64, berbalik dari laba per saham Rp15,13 pada periode yang sama tahun lalu.
Manajemen menjelaskan bahwa rugi bersih tersebut terutama disebabkan oleh beban non-operasional yang bersifat satu kali (one-off) terkait refinancing Senior Notes menjadi pinjaman bank.
Beban tersebut meliputi rugi selisih kurs, biaya penghentian instrumen lindung nilai (hedging), serta percepatan amortisasi Senior Notes yang jatuh tempo pada 2027.
Di luar dampak refinancing tersebut, Jababeka masih mencatat laba operasional sebesar Rp524 miliar pada semester I-2026, turun 36% dibandingkan Rp822,8 miliar pada semester I-2025. Penurunan laba operasional terutama disebabkan lebih rendahnya pengakuan pendapatan penjualan lahan industri akibat perbedaan waktu pengakuan pendapatan di Kendal.
Meski profitabilitas melemah, arus kas operasional perusahaan masih positif. Hingga akhir Juni 2026, KIJA mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp300,26 miliar, meskipun turun dibandingkan Rp1,18 triliun pada semester I-2025. Saldo kas dan setara kas juga masih mencapai Rp3,21 triliun.
Di neraca, total aset KIJA tercatat Rp14,91 triliun per akhir Juni 2026, sementara total ekuitas sebesar Rp7,77 triliun dan total liabilitas Rp7,15 triliun.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]


















































