Jakarta -
Brigadir Renita Rismayanti membuat inovasi di bidang pendataan pada saat bertugas di United Nations Police (UNPOL) dalam Misi Stabilisasi Terintegrasi Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA). Dia melakukan migrasi data kriminal UN Police.
Renita bertugas dalam misi MINUSCA pada tahun 2023-2024. Saat itu dia ditugaskan sebagai Petugas Basis Database Kriminal (Crime Database Officer).
"Awal penugasan saya, setelah saya tiba di negara tersebut, saya diperkenalkan dengan negara yang masih banyak sekali terjadi konflik di sana. Jadi berbeda sekali dengan negara kita Indonesia," kata Renita dalam wawancara kandidat Hoegeng Awards 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brigadir Renita adalah salah satu kandidat 3 besar Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Inovatif. Saat bertugas di MINUSCA itu, Renita membuat inovasi terkait database kriminal hingga dia mendapatkan penghargaan dari PBB.
"Penempatan pertama saya di sana ditempatkan di seksi analis kriminal unit database kriminal. Sebagai officer di unit database kriminal, pekerjaan saya di sana sehari-hari yaitu melakukan register atas seluruh tindak pidana kriminal yang ada di negara tersebut," ujar dia.
Kandidat Hoegeng Awards 2026, Brigadir Renita (Foto: dok. detikcom)
Pada saat ditempatkan di Afrika Tengah itu, Renita melihat pendataan kasus kriminal masih manual. Dia kemudian mendapatkan penugasan agar data direkam secara digital dan bisa langsung tersambung ke Markas UNPOL.
"Chief Section saya mempunyai ide untuk mengotomatisasikan register tersebut ke platform yang sudah dimiliki UN. Namun platform tersebut belum sempurna, kemudian dibentuklah UNPOL Case Management, setelah platform tersebut terbentuk, pekerjaan kita sangat terbantu, kemudian kita bisa generate statistik-statistik yang diperlukan oleh atasan di misi dengan cepat dan juga real time," tuturnya.
Selain data UNPOL, Brigadir Renita juga memigrasi data kriminal kepolisian Afrika Tengah. Pada saat itu masih banyak pelaku kriminal yang belum terdata sehingga masih berkeliaran bebas.
"Saya juga handle sebuah proyek besar dari MINUSCA yaitu instalasi database untuk polisi lokal di sana. Sebelumnya polisi lokal di sana belum memiliki database kriminal sama sekali. Sehingga masih banyak pelaku kriminal yang belum ditangkap dan masih berkeliaran di masyarakat sekitar," tuturnya.
"Lalu kita kita membuat hot spot map yang isinya adalah titik-titik yang paling kriminogen di sana yang nantinya untuk membantu personel PBB yang lain dalam melakukan patroli," sambungnya.
Ipda Sugiandono yang saat itu menjabat Kepala Unit Kriminal Analisis Database, atasan Brigadir Renita di Misi MINUSCA, memuji inovasi yang dilakukan Renita. Dia menyebut migrasi database itu adalah sebuah terobosan.
"Database analis kriminal adalah salah satu terobosan, menurut saya, karena pada waktu itu database tersebut di bawah sistem atau platformnya UN. Sehingga memberikan kontribusi yang besar baik terhadap misi maupun level strategis di kepolisian atau sektor keamanan lokal di Republik Afrika Tengah," ucap dia.
Atas inovasi yang dilakukan itu, Renita mendapatkan penghargaan Women Police of The Year 2023. Renita adalah Polwan RI pertama yang menerima penghargaan tersebut.
(lir/knv)


















































