Dua orang pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R (15) dan D (30) meloncat dari lantai empat sebuah bangunan indekos di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat (Jakpus). Salah satu PRT mengalami patah tangan dan satu orang lainnya tewas dalam peristiwa itu.
detikcom menyambangi lokasi indekos tempat kejadian pada Sabtu (25/4/2026) siang. Kos berlantai empat itu berada di Jalan Bendungan Walahar Buntu Nomor 32, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kosan ini berdiri di persimpangan jalan yang relatif sepi. Sementara itu, lokasi PRT jatuh berada di sisi kiri bangunan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat bangunan kos ini dikelilingi oleh pagar besi berwarna hitam dengan desain terali tapi tetap memiliki celah. Pagar bangunan ini tingginya sekitar 2 meter atau tidak menutup penuh bangunan lantai 1.
Di area teras tersebut, tampak sejumlah sepeda motor milik penghuni kosan yang terparkir dengan rapi. Ada pula penanda bahwa bangunan ini merupakan hunian sewa yang tertulis pada sebuah papan informasi yang terpasang di sebelah kanan pagar utama.
Papan tersebut memberikan keterangan bahwa rumah itu menerima penghuni kos.
"Terima Kost Mulia Residence 2. Fasilitas AC, Kulkas, TV Kabel, Bed & Free Wifi," demikian isi tulisan pada papan informasi itu.
Masih di bagian depan bangunan, ada pos sekuriti yang berdiri sejajar dengan area teras di bagian depan. Seorang petugas keamanan tampak berjaga dari balik jendela pos.
Dua orang pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R (15) dan D (30) loncat dari lantai empat sebuah bangunan indekos di Bendungan Hilir (Benhil), Jakpus. (Rumondang/detikcom)
Tak terlihat aktivitas yang signifikan dari dalam kos tersebut. Hanya ada sejumlah kurir terlihat berulang kali datang mengantarkan paket. Paket-paket kiriman tersebut diletakkan melalui celah kecil yang ada pada pos sekuriti.
Jika dilihat tepat dari arah depan, bangunan tidak terlihat menonjolkan ketinggian empat lantainya. Namun, struktur asli bangunan baru akan terlihat jelas saat dilihat dari sisi samping.
Lantai satu hingga lantai tiga bangunan ini difungsikan sebagai kamar-kamar kos yang berjajar rapi. Pada ketiga lantai tersebut, terdapat balkon yang memanjang di depan kamar, lengkap dengan pagar terali hitam yang mengelilingi setiap lantai sebagai pengaman.
Sementara itu, lantai paling atas atau lantai empat memiliki tampilan yang sedikit berbeda. Tidak seperti lantai di bawahnya yang didominasi balkon terbuka, lantai teratas ini dipagari oleh tembok dengan kombinasi terali besi hitam di bagian tengahnya.
Sedangkan pada bagian paling atas bangunan itu sepertinya tidak difungsikan untuk aktivitas sehari-hari. Hanya terlihat sejumlah toren air berukuran besar.
Lokasi diduga dua orang PRT berinisial R (15) dan D (30) jatuh usai loncat dari lantai 4 indekos majikannya di Benhil, Jakpus. (Rumondang/detikcom)
Di lokasi kejadian atau bagian kiri bangunan, terlihat tanda berupa bulatan bernomor 1 dan 2 sebagai penanda tempat kejadian perkara (TKP) atau lokasi jatuhnya kedua korban.
Sebagai informasi, peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/4) malam. PRT berinisial D tewas dalam insiden tersebut. Sementara satu lainnya yang berinisial R terluka dan masih menjalani perawatan medis.
Polisi Usut Unsur Pidana
Ditreskrimum Polda Metro Jaya turut menyelidiki terkait kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) nekat meloncat dari lantai 4 gedung kos di Benhil, Jakarta Pusat, hingga salah satunya tewas. Saat ini polisi mencari unsur pidana dalam kasus tersebut.
"Kami sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana yang terjadi," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin saat dihubungi wartawan, Jumat (24/4).
Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat masih menyelidiki kasus tersebut. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mengatakan polisi masih mendalami keterangan dari PRT yang selamat. Agen penyalur kedua PRT itu akan diperiksa.
"Kami juga akan memanggil agen PRT untuk didalami keterangannya. Langkah ini penting agar penyidik mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional, cermat, dan berimbang," ujar Reynold.
Selain itu, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak majikan pada Kamis (23/4). Polisi mendalami keterangan PRT yang mengaku majikannya sadis hingga membuat mereka tak betah bekerja.
(ond/jbr)

















































