Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
11 May 2026 19:20
Jakarta, CNBC Indonesia- Harga tembaga dunia kembali memanas pada awal pekan ini. Berdasarkan data Trading Economics, copper naik ke level US$6,27 per pound pada Senin (11/5/2026) atau menguat 0,35% dibanding hari sebelumnya.
Dalam sebulan terakhir, harga tembaga sudah melonjak 4,94%. Jika dibanding periode yang sama tahun lalu, kenaikannya bahkan mencapai 36,75%. Level saat ini juga semakin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di US$6,58 per pound yang sempat tercapai pada Januari 2026.
Futures copper sudah bergerak di atas US$6,2 per pound dan mendekati rekor yang sempat tercapai pada akhir Januari lalu.
Foto: Trading Economics
Kenaikan ini datang saat pasar mulai menghitung ulang kebutuhan logam industri di era pusat data AI, modernisasi jaringan listrik, kendaraan listrik, hingga proyek energi bersih yang makin agresif dibangun di berbagai negara.
Menurut studi S&P Global pada Januari 2026, kebutuhan tembaga dunia diproyeksikan mencapai 42 juta metrik ton pada 2040. Angka itu sekitar 50% lebih tinggi dibanding kebutuhan saat ini. Dalam waktu yang sama, pasokan justru menghadapi tekanan dari sisi produksi tambang, pengolahan, energi, hingga logistik.
Pasar mulai melihat bahwa persoalan tembaga sudah bergerak jauh dari siklus biasa, Amerika Serikat bahkan menetapkan tembaga sebagai material kritis untuk keamanan nasional pada Februari 2025. Gedung Putih menilai ketergantungan terhadap pasokan luar negeri membuka risiko manipulasi pasar dan gangguan rantai pasok.
Kekhawatiran itu muncul karena produksi global sangat terkonsentrasi. Enam negara menguasai sekitar dua pertiga produksi tambang tembaga dunia. Sementara China mengendalikan sekitar 40% kapasitas smelter global. Struktur seperti ini membuat gangguan kecil di satu kawasan bisa langsung merambat ke pasar internasional.
Tekanan terbaru datang dari keputusan China menghentikan ekspor asam sulfat mulai Mei hingga setidaknya Desember 2026.
Kebijakan ini diperkirakan menghilangkan sekitar 3 juta ton pasokan laut global. Dampaknya besar karena asam sulfat merupakan bahan penting dalam proses pemurnian tembaga. Negara seperti Chile, Indonesia, hingga India menjadi pihak yang paling terdampak.
Chile sendiri sudah menghadapi tekanan produksi bahkan sebelum kebijakan tersebut diumumkan. Produksi tembaga negara itu turun sekitar 6% pada kuartal pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu. Goldman Sachs memperkirakan larangan ekspor asam sulfat China berpotensi memangkas sekitar 200 ribu ton produksi tembaga Chile, setara 1% pasokan global.
Situasi makin rumit akibat konflik Timur Tengah yang belum mereda. Gangguan di jalur energi dan pelayaran mulai memukul biaya produksi logam industri. Selat Hormuz kembali menjadi titik perhatian pasar karena jalur ini sangat penting untuk distribusi energi global. Ketika harga diesel naik dan distribusi bahan bakar terganggu, biaya operasional tambang ikut melonjak. Armada alat berat tambang, pengangkutan bijih, hingga proses logistik sangat bergantung pada diesel.
Mantan komandan militer AS sekaligus anggota dewan penasihat NovaRed Mining, Phil Ehr, mengatakan tekanan yang terjadi saat ini mulai menyentuh area strategis negara. Menurut dia, sekitar tiga perempat permintaan tembaga terkait penggunaan listrik. Saat pasokan mengetat, dampaknya cepat terasa ke sistem tenaga, komunikasi, transportasi, hingga infrastruktur pertahanan.
Harga yang tinggi di COMEX, London Metal Exchange, dan Shangha bukti bahwa tekanan terjadi secara global, bukan regional. Amerika Serikat bahkan mulai membayar premium harga yang lebih mahal dibanding kawasan lain demi mengamankan pasokan.
Pemerintah berbagai negara kini mulai mengubah pendekatan. Fokus yang sebelumnya bertumpu pada biaya termurah mulai bergeser ke reliabilitas pasokan. Negara-negara besar mulai mempertanyakan apakah rantai suplai global masih aman di tengah konflik geopolitik, perang dagang, dan ketegangan energi yang terus berulang.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Addsource on Google


















































