Harga Mobil Listrik Bekas Kini Dilego Murah Sampai 40%, Ini Alasannya

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar mobil listrik bekas di Indonesia mulai berkembang seiring meningkatnya penjualan kendaraan listrik beberapa tahun terakhir. Menariknya, sejumlah model yang sebelumnya dijual dengan harga cukup tinggi kini mengalami penurunan nilai yang cukup besar setelah beberapa tahun dipakai.

Beberapa mobil listrik populer seperti Wuling Air ev, Hyundai Ioniq 5 hingga DFSK Seres E1 mulai banyak ditemukan di pasar mobil bekas dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga saat pertama kali diluncurkan. Penurunan harga tersebut bahkan dalam beberapa kasus mencapai puluhan persen hanya dalam waktu satu hingga dua tahun.

Salah satu contoh yang paling terlihat adalah Wuling Air ev. Mobil listrik mungil yang diluncurkan pada 2022 dengan harga sekitar Rp206 juta hingga Rp243 juta kini mulai banyak dijual di pasar mobil bekas pada kisaran Rp180 juta hingga Rp230 juta tergantung tipe dan kondisi kendaraan. Dengan rentang tersebut, penurunan harga mobil ini berkisar sekitar 15% hingga 20% setelah beberapa tahun digunakan.

Namun pada beberapa unit tertentu di pasar mobil bekas, harga Air ev bahkan bisa turun lebih jauh. Beberapa iklan penjualan menunjukkan mobil ini dijual di kisaran Rp100 juta hingga Rp128 juta dari harga awal sekitar Rp252 juta untuk varian Long Range. Artinya, penurunan harga bisa mencapai sekitar 49% hingga 60% dari harga saat pertama kali dipasarkan.

Selain Air ev, mobil listrik lain yang juga mengalami penurunan harga cukup besar adalah DFSK Seres E1. Model ini sebelumnya dijual sekitar Rp219 juta saat baru, namun di pasar mobil bekas kini banyak ditawarkan di kisaran Rp130 juta. Dengan demikian, nilai mobil tersebut turun sekitar 40,6% dari harga awal hanya dalam waktu sekitar satu tahun pemakaian.

Penurunan harga juga terlihat pada mobil listrik yang lebih mahal seperti Hyundai Ioniq 5. Model ini sebelumnya dijual sekitar Rp816 juta untuk varian tertentu, namun di pasar mobil bekas harganya kini berada di kisaran Rp565 juta. Artinya, mobil listrik ini mengalami depresiasi sekitar 30,7% dibandingkan harga saat pertama diluncurkan.

Model lain seperti Neta V juga mengalami penurunan nilai yang cukup besar. Mobil listrik yang sebelumnya dijual sekitar Rp299 juta kini banyak ditemukan di pasar mobil bekas dengan harga sekitar Rp190 juta, atau turun sekitar 36% dari harga awal.

Secara umum, penurunan harga mobil listrik bekas di Indonesia memang cenderung lebih besar dibandingkan mobil bermesin bensin atau diesel. Dari sejumlah model populer yang beredar di pasar, rata-rata depresiasi mobil listrik dalam satu hingga dua tahun pemakaian bisa mencapai sekitar 27% bahkan lebih tergantung merek dan model kendaraan.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi turunnya harga mobil listrik bekas. Selain perkembangan teknologi yang sangat cepat, munculnya model baru dengan fitur lebih modern membuat kendaraan generasi sebelumnya mengalami penyesuaian harga di pasar. Selain itu, kekhawatiran sebagian konsumen terhadap kondisi baterai dan biaya penggantian komponen juga ikut memengaruhi nilai jual kembali kendaraan listrik.

Meski demikian, harga mobil listrik bekas yang semakin turun justru membuka peluang bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan biaya lebih terjangkau. Dengan harga yang kini bisa berada di kisaran Rp100 juta hingga Rp500 juta tergantung model dan tahun produksi, mobil listrik bekas mulai menjadi alternatif baru di pasar otomotif Indonesia.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |