Harga BBM Naik, Ini Respons Ketua Umum MUI

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tidak menjadi persoalan selama pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi yang digunakan masyarakat kecil.

Menurut Anwar, pemerintah membedakan antara BBM subsidi dan nonsubsidi. Karena itu, kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai tidak akan memberatkan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

"Yang penting jangan dinaikkan yang subsidi, karena yang subsidi itu penggunanya itu orang kecil, itu jangan dinaikkan. Tapi kalau yang untuk orang kaya ya enggak apa-apa, mereka juga bisa beli kok," ujar Anwar dalam keterangan video, dikutip CNBC Indonesia, Sabtu (13/6/2026).

Ia juga menilai harga BBM nonsubsidi di Indonesia masih relatif terjangkau jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, harga BBM di sejumlah negara bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Karena itu, masyarakat pengguna BBM nonsubsidi dinilai masih mampu menanggung kenaikan harga tersebut.

"Coba dibandingkan dengan luar negeri, bagaimana Thailand, bagaimana Singapura. Singapura itu sampai 42 ribu loh. Kita kan cuma 18 berapa, 18 sekian lah, itu terjangkau. Dan itu untuk orang kaya, biarin aja orang kaya, masa orang kaya mau minta murah terus. Dan itu murah sebenarnya dibanding luar negeri, gitu ya," jelasnya.

Anwar juga menilai dampak kenaikan BBM nonsubsidi terhadap perekonomian secara luas relatif terbatas. Menurutnya, dampak yang lebih besar justru akan terjadi apabila kenaikan harga menyasar BBM yang digunakan untuk transportasi logistik dan distribusi barang kebutuhan pokok.

Ia menjelaskan jika kendaraan pribadi yang menggunakan BBM nonsubsidi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga barang dan jasa di masyarakat.

"Saya kira sebatas itu kemampuan orang kaya ya enggak berdampak lah. Dampaknya segini lah ya. Berdampak itu kalau misalnya bensin atau solar untuk ngangkut barang-barang. Nah itu kan berdampak ya," ujar Anwar.

Nah kalau mobil-mobil apa, penumpang itu kan apa dampaknya? Saya kira yang berdampak itu kalau itu mobil dipakai untuk ngangkutan bahan, pokok, makanan atau apa dan lain sebagainya," imbuhnya.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |