Fakta-fakta Barongsai: Berusia 1000 Tahun-Pernah Dilarang di Hong-Kong

2 hours ago 2

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

13 February 2026 14:40

Jakarta, CNBC Indonesia - Imlek atau Tahun Baru China merupakan perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa. Pada tahun ini, Imlek jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026.

Perayaan ini selalu identik dengan berbagai tradisi khas, salah satunya adalah pertunjukan barongsai. Atraksi ini memadukan unsur seni, budaya, dan olahraga, serta telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Barongsai bukanlah makhluk hidup sejati, melainkan representasi seni tari tradisional yang menggambarkan seekor singa dalam budaya Tionghoa. Di Indonesia, tarian ini dikenal dengan istilah barongsai, sementara di Tiongkok disebut wu shi (舞獅) atau lion dance dalam istilah internasional.

Sejarah Barongsai dari China hingga Nusantara

Sejarah barongsai bermula dari tradisi kuno di Cina di mana para penari mengenakan topeng menyerupai binatang atau makhluk mitologis untuk pertunjukan rakyat. Meskipun singa tidak asli berasal dari China, hewan ini diperkenalkan melalui Jalur Sutra dari Asia Tengah dan kemudian diadaptasi dalam seni tari tradisional.

Barongsai mulai tercatat sejak Dinasti Han (205 SM-220 M) dan mencapai puncaknya pada masa Dinasti Tang (716-907 M), terutama dalam festival keagamaan dan perayaan Tahun Baru Imlek. Selain itu, ada pula berbagai legenda yang menceritakan asal-usul tarian ini, seperti kisah seekor singa yang mengusir monster Nian sehingga tradisi ini kemudian dipentaskan untuk mengusir roh jahat dan mendatangkan keberuntungan setiap tahunnya.

Seiring waktu, barongsai menyebar ke berbagai negara Asia seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan bahkan berkembang menjadi tarian kompetitif di abad modern, sekaligus tetap dipertahankan dalam berbagai perayaan budaya sebagai simbol harapan dan berkah bagi masyarakat.

Fakta-Fakta Barongsai

1. Singa bukan hewan asli China

Meski menjadi simbol utama, singa bukan fauna asli China. Sosok singa dikenal melalui interaksi budaya dan perdagangan dengan wilayah Asia Tengah, lalu diadaptasi ke dalam seni dan mitologi setempat.

2. Berusia lebih dari 1.000 tahun

Barongsai merupakan seni pertunjukan tradisional Tionghoa yang telah berkembang selama lebih dari satu milenium dan masih lestari hingga saat ini.

3. Memiliki beragam gaya dan bentuk

Dalam perkembangannya, barongsai memiliki berbagai gaya, termasuk perbedaan bentuk kepala, warna, dan gerakan yang mencerminkan karakter serta makna tertentu.

4. Pernah dilarang di Hong Kong

Selama masa Revolusi Kebudayaan, tarian barongsai dianggap primitif, sehingga tradisi tersebut disingkirkan dari sebagian besar daratan Tiongkok. Namun, kebiasaan itu berkembang pesat di Hong Kong, dimana para siswa mempraktikkannya di sekolah seni bela diri.

Dikarenakan barongsai mengambil banyak sikap dasar dan gerakan dari kung fu, sekolah banyak menggunakannya untuk memamerkan kehebatan mereka untuk bersaing dengan akademi seni bela diri di Hong Kong.

(dag/dag)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |