Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk punya ide gila baru setelah menyerah dengan ambisinya pergi ke Mars. Kini, orang terkaya dunia tersebut ingin membangun ketapel raksasa di Bulan.
Menurut New York Times, Musk menyampaikan ide ketapel Bulan ke pegawainya di xAI. Ia ingin membangun pabrik satelit AI di Bulan kemudian meluncurkan satelit tersebut ke orbit menggunakan ketapel elektromagnetik.
xAI adalah perusahaan AI milik Musk yang baru-baru ini diumumkan akan dicaplok oleh SpaceX, perusahaan lainnya yang dipimpin oleh Musk. SpaceX dikabarkan akan melakukan IPO dalam waktu dekat. Dana hasil IPO, salah satunya, akan digunakan untuk mendanai proyek data center di luar angkasa untuk xAI.
"Anda harus ada di Bulan. Sangat sulit membayangkan pemikiran apa yang bisa dihasilkan oleh kecerdasan dengan skala sebesar itu, saya tidak sabar untuk melihatnya terjadi," kata Musk seperti dikutip oleh New York Times.
Ketapel elektromagnetik sering muncul dalam cerita fiksi ilmiah. Alih-alih berfungsi sebagai senjata, ketapel berfungsi seperti coilgun atau pistol kumparan untuk melontarkan barang menggunakan gaya magnetik di lingkungan tanpa gravitasi.
Ambisi Musk adalah memanfaatkan ruang tak terbatas di luar angkasa sebagai lokasi data center AI. Menurutnya, data center di luar angkasa adalah satu-satunya cara untuk terus memperbesar kapasitas pemrosesan data untuk menunjang AI.
Data center yang akan ditempatkan di orbit Bumi bisa beroperasi dengan efisien memanfaatkan energi surya.
Menurut Futurism, semangat Musk untuk menjelajahi Bulan berlawanan dengan sikapnya beberapa tahun lalu. Musk selama bertahun-tahun berkoar bahwa misi ke Bulan hanya buang-buang waktu dan sumber daya yang harusnya dihabiskan untuk mencari cara mengirim manusia ke Mars.
Pada 2017, Musk sesumbar SpaceX akan meluncurkan misi pertama menuju Mars pada 2022 sehingga manusia sudah menginjakkan kaki di Bulan pada 2025. Kini, Musk merevisi janjinya.
"SpaceX telah menggeser fokusnya untuk membangun kota di Bulan, yang bisa dicapai dalam waktu kurang dari 10 tahun, sedangkan Mars membutuhkan lebih dari 20 tahun. Meskipun begitu, SpaceX tetap berencana membangun kota di Mars dan memulai proyek tersebut dalam 5-7 tahun. Namun, prioritas utama adalah memastikan masa depan peradaban, dan Bulan bisa dilakukan dengan lebih cepat," kata Musk lewat akun X-nya.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]















































