Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi XII DPR RI mengungkapkan mengenai kepatuhan terhadap standar keberlanjutan dan lingkungan khususnya pada sektor pertambangan sudah menjadi kewajiban mutlak yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha. Hal itu dilakukan melalui aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menjelaskan bahwa regulasi di sektor pertambangan, energi, dan lingkungan saat ini sudah ketat dalam mengatur operasional perusahaan.
Menurutnya, kesadaran perusahaan terhadap isu tersebut sudah makin besar karena implementasi ESG telah menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga keberlangsungan usaha.
"ESG sudah jadi tuntutan bagi perusahaan tambang apalagi BUMN, tuntutan penghematan energi, bagaimana upaya-upaya perusahaan untuk kurangi emisi, terkait bagaimana operasi perusahaan terhadap masalah sosial, karyawan sebagai mestinya, kepatuhan regulasi," ujar Bambang dalam acara ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, Selasa (3/2/2026).
Aspek ESG sendiri dinilai sebagai jembatan menuju ekonomi hijau yang inklusif di Indonesia. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal proses ini agar partisipasi dalam pengurangan emisi global tidak hanya didominasi hanya oleh korporasi besar, tetapi dapat dilakukan secara menyeluruh oleh berbagai sektor.
"ESG cara yang baik mendukung ekonomi hijau, sehingga Indonesia dapat shifting, bukan hanya perusahaan-perusahaan tertentu, tapi semua, dapat berpartisipasi pengurangan emisi global," tambahnya.
Dia menegaskan standar operasional terkait ESG ini tidak perlu dibuat rumit karena instrumen pengukurannya sudah tersedia dengan baik, seperti penilaian PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup. Hal terpenting adalah bagaimana perusahaan menjalankan tata kelola yang transparan, memberdayakan masyarakat sekitar, dan mematuhi aturan main yang berlaku.
"Terkait dengan ESG jangan dibikin ribet, sekarang ini entitas kesadaran perusahaan sudah besar dan jadi kebutuhan, sudah diatur dengan baik, bagaimana tentang pelaksanaan operasi perusahaan untuk capai ESG," jelasnya.
Adapun, penerapan prinsip tersebut diyakini akan membawa dampak positif seperti efisiensi operasional dan peningkatan hubungan masyarakat. "Pelaksanaan ESG tentu bagian daripada komitmen perusahaan-perusahaan itu, pertama mendukung penurunan emisi, kemudian lebih efisien, kemudian ada standar hubungan masyarakat dan tata kelola," tandasnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]


















































