DPR Ngamuk, Kripto Trump Ketahuan Dibeli Syekh Mata-Mata dari Arab

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Sheikh Tahnoon bin Zayed yang merupakan bagian keluarga kerajaan Abu Dhabi dilaporkan membeli saham dalam jumlah besar di perusahaan kripto keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Nilai pembelian yang dilakukan tahun lalu mencapai US$500 juta.

Dalam laporan The Journal, pria yang dikenal sebagai syekh mata-mata telah mencapai kesepakatan membeli 49% saham di World Liberty Financial melalui pengelolaan dana kekayaan yang didukungnya, Aryam Investment. Pembelian itu akan menghasilkan US$187 juta (Rp 3,1 triliun), dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (3/2/2026).

Selain itu juga keluarga dari pendiri lainnya Steve Witkoff yang merupakan utusan khusus Trump di Timur Tengah mendapatkan US$31 juta (Rp 519 miliar).

Dengan kesepakatan itu, Aryam menjadi pemilik saham terbesar selain para pendiri dalam susunan Wolrd Liberty.

Beberapa saat setelah pembelian terjadi, pemerintah AS diketahui mengizinkan UEA membeli ratusan ribu chip AI dari Nvidia. Seperlima dari chip yang dibeli akan diberikan pada G42, perusahaan AI yang dimiliki Tahnoon.

Laporan soal kesepakatan membuat adanya pengawasan baru hubungan pemerintahan Trump dengan UEA serta Tahnoon. Sejumlah anggota Kongres menyebut adanya potensi konflik kepentingan atau korupsi.

Termasuk salah satu yang buka suara adalah Senator Elizabeth Warren yang meminta membatalkan keputusan penjualan chip AI.

"Ini adalah korupsi, murni dan sederhana. Pemerintahan Trump harus membatalkan keputusannya menjual chip AI sensitif ke Uni Emirat Arab," jelasnya.

Gedung Putih telah buka suara soal laporan The Journal. Menurut juru bicara Anna Kelly, tidak ada konflik kepentingan dalam kesepakatan itu.

Termasuk menyebutkan Witkoff bekerja untuk Trump untuk memajukan tujuan dalam perdamanian dunia.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |