Dimulai di Sumatera, Kemendagri Bikin 3 Batch Lomba Prestasi Pemda di 6 Region

1 week ago 19
Palembang -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan akan mengalokasikan Rp 1 triliun dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk insentif ke pemerintah daerah (pemda). Insentif akan diberikan kepada pemda yang berprestasi.

"Dari awal saya sudah sampaikan, begitu mendapatkan DIPA Rp 7,8 T, Rp 1 triliun kita dedikasikan untuk daerah dalam bentuk insentif fiskal," kata Tito dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Dia mengatakan alokasi anggaran Rp 1 triliun itu akan diberikan kepada pemerintah provinsi (pemprov), pemerintah kabupaten (pemkab), dan pemerintah kota (pemkot) yang berprestasi. Insentif itu akan diberikan kepada 500 pemda berprestasi dengan tujuan meningkatkan kepatuhan dan kinerja pemda dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemda akan diberikan penghargaan jika berprestasi dalam hal pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan, pengangguran, dan creative financing. Tito lalu bicara soal tiap daerah memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda-beda.

6 Region Lomba dalam 3 Batch

Atas kondisi itu, Kemendagri membagi kompetisi daerah yang dibagi ke dalam 6 wilayah atau region. Kegiatan apresiasi ini digelar Kemendagri agar tiap pemda berkompetisi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kemendagri memberi penghargaan kepada Pemprov Bengkulu, Pemkab Solok Selatan, dan Pemkot Pagaralam dalam upaya menurunkan angka pengangguran. (dok detikcom)Kemendagri memberi penghargaan kepada Pemprov Bengkulu, Pemkab Solok Selatan, dan Pemkot Pagaralam dalam upaya menurunkan angka pengangguran. (dok detikcom)

"Salah satu yang kita coba adalah bertanding berbasis region, yaitu 6 region, wilayah," ujarnya.

Enam region tersebut meliputi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, Bali dan Nusa Tenggara (Nusra), serta Jawa. Kompetisi akan diikuti tiap provinsi di dalam region tersebut.

"Jadi kita rencana, mulai April ini sebanyak 6 region. Nanti kira-kira 10 hari ke depan kami akan ke Kalimantan untuk melaksanakan hal yang sama seperti ini, se-Kalimantan, (acaranya) di Balikpapan," katanya.

Tito mengatakan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi akan dilanjutkan ke daerah lainnya. Kompetisi akan digelar dalam 3 gelombang dengan kategori yang berbeda-beda di tiap gelombang.

"Ini namanya 1 batch, 1 gelombang. Gelombang pertama 6 daerah, 4 kategori itu. Dan setelah itu kita akan masuk ke Sumatera lagi untuk masuk gelombang kedua. Jadi gelombang kedua nanti dengan kategori yang lain lagi. Terus bergerak lagi ke 5 daerah lain lagi," katanya.

"Total saya hitung, 6 region kali 3 batch, berarti ada 18 kali kegiatan seperti ini. Dan kegiatannya kita mulai hari ini, malam ini di Sumatera Selatan di Kota Palembang ini," tambahnya.

Dia memastikan perlombaan kompetisi antarpemda ini akan digelar secara objektif karena berdasarkan data, salah satunya dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Tito lalu bicara soal kategori yang akan dilombakan bagi tiap pemda. Dia memastikan kategori yang dilombakan terkait kemaslahatan masyarakat umum.

"Kategori yang kita ambil yang krusial untuk kehidupan masyarakat, seperti masalah inflasi yaitu menjaga stabilitas harga barang dan jasa yang berpengaruh kepada biaya hidup. Ini krusial. Kalau semua daerah bisa jaga stabilitas barang dan jasa, harganya terjangkau, masyarakat akan tenang," ucapnya.

"Kedua, masalah jobs, opportunity. Masyarakat membutuhkan itu. Kemudian isu lainnya, kemiskinan. Tantangan kita adalah bagaimana mereka naik kelas, kemiskinan berkurang. Itulah kemudian menjadi kriteria penilaian dalam kompetisi antar daerah," imbuhnya.

Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 merupakan acara kolaborasi Kemendagri dengan detikcom. Selain pemberian penghargaan, detikcom bersama Kemendagri menghadirkan FORUM AKSELERATOR NEGERI, sebagai sebuah platform kolaboratif nasional yang dirancang untuk mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, UMKM, akademisi, dan publik dalam satu ekosistem dialog dan aksi.

(jbr/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |