"Demam Emas" Bikin Chaos Negara, Ancam Krisis Baru

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Demam emas di Brasil membuat kacau. Setidaknya ini terjadi di wilayah Adat Bau di negara bagian Para, hutan hujan Amazon, Brasil.

Kepala suku adat Bepdjo Mekragnotire murka dan memimpin sekelompok orang untuk mengusir penambang emas liar dari wilayahnya. Mengenakan hiasan kepala bulu merah, Bepdjo mengatakan setidaknya hampir 200 penambang diusir selama empat tahun terakhir.

"Para penambang itu keras kepala. Mereka masuk dengan cara apa pun. Karena saat ini harga emas sangat tinggi," kata Bepdjo, dikutip AFP, Jumat (29/5/2026).

"Kita harus mengusir mereka, kalau tidak, mereka akan terus menerobos masuk," ujarnya.

Diketahui, harga emas telah mencapai era baru rekor tertinggi di tengah ketidakstabilan global. Hal ini mendorong para penambang liar ke daerah-daerah yang relatif belum tersentuh seperti Bau.

Pada bulan Februari saja, senjata sempat diacungkan di kedua sisi ketika kepala suku Bepdjo dan sekelompok prajurit Kayapo bertemu dengan para penambang di sebuah kano. Ia mengatakan mereka mengusir 24 orang.

"Kami tidak tahu berapa banyak penambang di dalam, kami hanya sampai di sana dan melihat," tambahnya.

Hampir Semuanya Ilegal

Amazon Mining Watch mengatakan bahwa area seluas 223.000 hektar terdampak oleh pertambangan di Brasil antara tahun 2018 dan 2025. Namun hampir 80% di antaranya ilegal.

Aktivitas pertambangan tak karu-karuan saat mantan presiden Jair Bolsonaro memimpin. Ia selama memimpin memang mendorong iklim impunitas di Amazon.

Sejak Presiden sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva menjabat pada tahun 2023, sebenarnya pemerintahanya telah menindak tegas penambangan ilegal. Namun upaya ini masih belum berhasil sepenuhnya.

Para pengusaha tambang, yang operasinya telah berubah dari penambangan artisanal sejati menjadi operasi bernilai jutaan dolar yang menggunakan mesin besar dan armada pesawat kecil, telah beradaptasi dengan cepat. Pemerintah mengatakan bahwa "demam emas baru" sedang memicu penambangan ilegal di seluruh Amazon.

"Para penambang mundur semakin dalam ke hutan," kata Nilton Tubino, yang ditunjuk oleh pemerintah Lula untuk memimpin operasi perlindungan wilayah adat.

"Kami terus-menerus bergulat dengan tantangan yang ditimbulkan oleh skala wilayah yang sangat besar ini... dan kapasitas organisasi untuk dengan cepat membangun kembali apa yang telah kami hancurkan," ujarnya lagi.

Brasil sebenarnya sedang mengerjakan undang-undang baru untuk memperkuat pelacakan emas. Ini bersama dengan inisiatif kepolisian seperti perpustakaan "DNA" emas, untuk melacak asal bijih kembali ke lokasi tertentu di Amazon.

Krisis Baru

Namun, Institut Escolhas mengatakan karena penindakan pemerintah, krisis baru muncul. Emas yang sebelumnya "keluar dari Brasil melalui jalur resmi" kini diselundupkan melalui negara-negara seperti Guyana atau Venezuela.

Celah lain juga ada untuk "mencuci emas", seperti "tambang hantu". Lokasi-lokasi tersebut memiliki izin penambangan artisanal dan menyatakan penjualan emas tetapi ketika terbang di atasnya, tidak ada tanda-tanda aktivitas penambangan.

Danicley de Aguiar, koordinator kampanye Masyarakat Adat Greenpeace Brasil, mengatakan bahwa emas yang diambil dari kawasan lindung kemungkinan besar dicuci melalui skema semacam itu. Brasil memproduksi 71 ton emas pada tahun 2025, di mana lohan itu diekspor ke Kanada, Swiss, dan Inggris.

Di sisi lain Presiden Federasi Koperasi Penambang Emas di Para, Fernando Lucas, mengatakan bahwa ia muak dengan para penambang yang "dicap sebagai penjahat". Ia mengatakan banyak yang ingin beroperasi secara legal.

"Tetapi terjebak dalam birokrasi dan menyerukan model yang lebih terorganisir dan berkelanjutan," tambahnya.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |