Daftar Fenomena Langit di Mei 2026, Ada Blue Moon dan Lainnya

4 hours ago 3

Jakarta -

Bulan Mei 2026 akan diwarnai sejumlah fenomena langit menarik yang bisa diamati dari Bumi. Mulai dari fase Bulan hingga hujan meteor, berbagai peristiwa astronomi ini sayang untuk dilewatkan.

Fenomena langit Mei tahun ini menjadi momen yang cukup dinanti para pengamat langit. Beberapa di antaranya bahkan termasuk peristiwa yang tidak terjadi setiap bulan. Berikut daftar lengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purnama Flower Moon 2 Mei 2026

Merujuk data dari situs resmi In The Sky, fase Bulan purnama yang dikenal sebagai Flower Moon akan terjadi pada 2 Mei 2026. Istilah ini merujuk pada penamaan tradisional yang berkaitan dengan musim semi di belahan Bumi utara, ketika bunga-bunga mulai bermekaran.

Pada fase ini, Bulan akan tampak penuh dengan cahaya terang karena posisinya berseberangan dengan Matahari terhadap Bumi. Kondisi ini membuat Bulan terlihat jelas sepanjang malam, terutama saat cuaca cerah tanpa gangguan awan.

Hujan Meteor Eta-Aquariid 6 Mei 2026

Masih dari sumber yang sama, hujan meteor Eta-Aquariid diperkirakan mencapai puncaknya pada 6 Mei 2026. Hujan meteor ini berasal dari sisa debu komet Halley yang memasuki atmosfer Bumi.

Fenomena ini dikenal menghasilkan meteor dengan kecepatan tinggi dan sering meninggalkan jejak cahaya yang cukup lama. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah menjelang fajar, saat titik radian berada cukup tinggi di langit.

Hujan Meteor Eta-Lyrid 8 Mei 2026

Selain Eta-Aquariid, hujan meteor Eta-Lyrid juga diperkirakan aktif dengan puncaknya pada 8 Mei 2026. Fenomena ini relatif lebih kecil intensitasnya dibandingkan hujan meteor utama lainnya.

Meski demikian, pengamat masih berpeluang melihat beberapa meteor per jam di lokasi yang minim polusi cahaya. Pengamatan akan lebih optimal saat langit gelap dan kondisi cuaca mendukung.

Blue Moon 31 Mei 2026

Salah satu fenomena yang cukup jarang terjadi adalah Blue Moon yang akan berlangsung pada 31 Mei 2026. Penamaan Blue Moon merujuk pada kemunculan Bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.

Meskipun disebut Blue Moon, warna Bulan tidak benar-benar berubah menjadi biru. Istilah ini lebih bersifat penamaan untuk menandai kejadian yang tidak terlalu sering terjadi dalam siklus fase Bulan.

Fenomena Astronomi Lainnya di Mei 2026

Selain peristiwa utama tersebut, terdapat sejumlah fenomena langit lain yang juga dapat diamati sepanjang Mei 2026. Berdasarkan data dari In The Sky, beberapa di antaranya meliputi konjungsi Bulan dengan planet, serta peristiwa ketika Bulan melintas dekat objek langit terang lainnya.

Fenomena seperti konjungsi ini biasanya terlihat sebagai dua objek yang tampak berdekatan di langit malam. Meski tidak selalu spektakuler, peristiwa ini tetap menarik untuk diamati, terutama bagi pecinta astronomi. Berikut rincian peristiwanya:

  • 9 Mei 2026: Fase Bulan perbani akhir (Last Quarter Moon)
  • 13 Mei 2026: Messier 5 berada pada posisi terbaik untuk diamati
  • 13 Mei 2026: Bulan mendekati Saturnus (close approach)
  • 19 Mei 2026: Bulan berdekatan dengan Venus
  • 19 Mei 2026: Okultasi Bulan terhadap Beta Tauri
  • 20 Mei 2026: Bulan berdekatan dengan Jupiter
  • 20 Mei 2026: Bulan juga berdekatan dengan Saturnus
  • 23 Mei 2026: Peristiwa astronomi Bulan melintas dekat objek langit terang lainnya

Demikian informasi terkait ragam fenomena astronomi sepanjang Mei 2026. Dengan kondisi cuaca yang mendukung dan lokasi pengamatan yang tepat, momen-momen ini bisa menjadi pengalaman yang berkesan.

Tonton juga video "NASA Bagikan Momen Bumi 'Terbenam' di Balik Bulan"

(wia/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |